Pencarian

Swalayan UMKM Kotim Disiapkan Jadi Sentra Oleh-Oleh Khas Daerah, Pembeli Didominasi Wisatawan Luar Kalteng

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 11:36:31 WIB
Swalayan UMKM Kotim Disiapkan Jadi Sentra Oleh-Oleh Khas Daerah, Pembeli Didominasi Wisatawan Luar Kalteng
Swalayan UMKM Kotim disiapkan menjadi sentra oleh-oleh khas daerah dengan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Diskominfo untuk promosi terpadu.

SAMPIT — Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Diskominfo untuk menjadikan Swalayan UMKM sebagai tujuan wajib bagi tamu yang berkunjung ke Kotawaringin Timur. Promosi terpadu itu diharapkan mengerek penjualan produk lokal sekaligus memperkuat identitas daerah di mata wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Diskopukmperindag Kotim, Muslih, menyebut konsep pusat oleh-oleh bukan hal baru. Ia mencontohkan Kota Bandung dan Makassar yang rutin mengarahkan pengunjungnya ke lokasi serupa sebelum meninggalkan kota.

“Kalau kita datang ke Bandung atau Makassar, biasanya diarahkan ke pusat oleh-oleh. Nah, kami ingin konsep seperti itu juga ada di Kotim,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Transaksi Didominasi Pembeli dari Jawa dan Jakarta

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan laporan pengelola, rata-rata pembeli yang berbelanja di Swalayan UMKM berasal dari luar Kalimantan Tengah.

“Rata-rata yang belanja itu orang dari luar. Ada yang dari Jawa, Jakarta, mereka membeli produk-produk lokal di sini untuk dijadikan oleh-oleh,” ungkap Muslih.

Kondisi ini menjadi indikator bahwa produk UMKM Kotim punya daya tarik pasar yang besar apabila didukung promosi berkelanjutan dan akses yang mudah bagi wisatawan.

Bazar dan Pameran Rutin untuk Menarik Pengunjung

Diskopukmperindag tidak hanya mengandalkan kerja sama antardinas. Aktivitas di dalam swalayan akan dihidupkan melalui sejumlah agenda berkala, seperti pameran produk, bazar UMKM, hingga promosi produk unggulan daerah.

Kegiatan itu bertujuan memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha memasarkan hasil produksinya sekaligus menarik minat masyarakat lokal untuk berbelanja.

“Sinergi lintas organisasi perangkat daerah diperlukan agar keberadaan Swalayan UMKM semakin dikenal oleh masyarakat luas, terutama wisatawan maupun tamu yang datang dari luar Kotawaringin Timur,” kata Muslih.

Target Jangka Panjang: Etalase Utama Produk Lokal

Ke depan, Pemkab Kotim berharap Swalayan UMKM tidak sekadar menjadi tempat penjualan, tetapi juga etalase utama yang memperkenalkan beragam karya pelaku UMKM kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Pemerintah daerah optimistis tempat ini dapat berkembang menjadi sentra oleh-oleh khas yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan begitu, produk-produk pelaku UMKM semakin dikenal, penjualannya meningkat, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” demikian Muslih.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks