KALIMANTAN TENGAH — Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar angka di atas kertas. "Wujud nyata dari besarnya kepercayaan institusi finansial terhadap fundamental bisnis Pegadaian yang terus bertumbuh solid," ujarnya dalam keterangan resmi.
Fasilitas Rp1,4 triliun tersebut digelontorkan BSN dengan menggunakan akad musyarakah, skema pembiayaan yang sesuai prinsip syariah. Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan, pendanaan ini bertujuan memperkuat peran banknya dalam industri keuangan syariah nasional sekaligus mendukung ekspansi layanan pembiayaan Pegadaian.
Integrasi Tabungan Emas dan Aplikasi Tring!
Selain pendanaan, kedua perusahaan tengah menjajaki integrasi digital yang lebih dalam. Rencananya, fitur Tabungan Emas Pegadaian akan tersedia langsung di dalam mobile banking BSN bernama Bale Syariah. Nasabah nantinya bisa melakukan investasi, top-up, dan memantau portofolio emas tanpa harus keluar aplikasi.
Di sisi lain, ekosistem digital Pegadaian juga ikut terdampak. Opsi rekening BSN akan ditambahkan sebagai jalur utama pencairan dan pembayaran pinjaman di aplikasi Tring! milik Pegadaian. Langkah ini diyakini memangkas birokrasi transaksi dan memberi fleksibilitas lebih tinggi bagi pengguna.
Dampak ke Nasabah dan Rencana ke Depan
Bagi nasabah ritel, integrasi ini berarti proses transaksi keuangan syariah menjadi lebih efisien. Tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk mengelola emas atau membayar cicilan pinjaman. Bagi Pegadaian, kolaborasi ini menjadi motor penggerak untuk memperluas jangkauan pembiayaan modal kerja yang inklusif.
Pegadaian dan BSN memastikan kerja sama ini bukanlah akhir dari inovasi bersama. Kedua institusi berkomitmen terus menggali potensi strategis lain untuk memperkuat sinergi jangka panjang, mendorong inklusi keuangan nasional, dan memperbesar kontribusi terhadap perekonomian syariah di Indonesia.