Pencarian

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pemuda Hilang Saat Berburu di Hutan Desa Bagugus, Kapuas, dalam Kondisi Selamat

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:36:31 WIB
Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pemuda Hilang Saat Berburu di Hutan Desa Bagugus, Kapuas, dalam Kondisi Selamat
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pemuda hilang di hutan Desa Bagugus dalam kondisi selamat.

KUALA KAPUAS — Dua pemuda warga Desa Bagugus yang dilaporkan hilang saat berburu di hutan sejak Minggu (19/5) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Senin (20/5) siang. Keduanya diketahui bernama Andi (23) dan Rudi (25), yang sehari sebelumnya pamit berburu babi hutan di kawasan hutan produksi terbatas sekitar desa.

Kepala Basarnas Kelas A Palangka Raya melalui Koordinator Pos SAR Kuala Kapuas, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa kedua korban ditemukan di titik koordinat sekitar 7 kilometer dari pintu masuk hutan. “Mereka dalam kondisi lemas dan dehidrasi, tapi tidak ada luka serius. Tim langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi ke puskesmas terdekat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Proses Pencarian Melibatkan Puluhan Personel

Pencarian dimulai sejak Minggu malam setelah keluarga melapor ke kantor desa bahwa kedua pemuda tak kunjung pulang. Tim SAR gabungan yang dikerahkan berjumlah 35 orang, terdiri dari personel Basarnas, Babinsa Koramil setempat, Bhabinkamtibmas Polsek Matangai, serta puluhan warga desa yang hapal medan hutan.

Tim terbagi dalam dua regu. Regu pertama menyisir jalur yang biasa digunakan pemburu, sementara regu kedua menyusuri aliran sungai kecil di dalam hutan. Proses pencarian sempat terhambat oleh cuaca mendung dan vegetasi rapat yang membatasi jarak pandang.

Fakta Singkat Pencarian Dua Pemuda di Hutan Bagugus

  • Lokasi: Hutan desa di wilayah Kecamatan Matangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng
  • Durasi hilang: Sekitar 18 jam (Minggu pagi hingga Senin siang)
  • Jumlah personel SAR: 35 orang dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan
  • Kondisi korban: Lemas dan dehidrasi, tanpa luka serius
  • Jarak penemuan: 7 kilometer dari titik masuk hutan

Medan Berat dan Minim Sinyal Jadi Kendala Utama

Kawasan hutan Desa Bagugus dikenal memiliki kontur berbukit dan ditumbuhi pohon meranti berukuran besar. Sinyal telepon seluler nyaris tidak ada di titik-titik tertentu, sehingga komunikasi antarregu SAR hanya mengandalkan handy talkie (HT) dan kode asap.

Kepala Desa Bagugus, Markus, mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang kerap berburu di hutan. “Kami imbau warga selalu bawa perbekalan cukup, termasuk air minum dan peluit. Jangan masuk terlalu dalam sendirian,” katanya saat ditemui di kantor desa.

Andi dan Rudi kini menjalani observasi di Puskesmas Matangai. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada tim SAR dan warga yang membantu pencarian. Tidak ada rencana pemeriksaan hukum lebih lanjut karena peristiwa murni kecelakaan saat berburu.

Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks