PULANG PISAU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau tidak bisa dianggap remeh. Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta mengingatkan bahwa hampir dua pertiga wilayah daerah ini adalah lahan gambut, yang dalam kondisi kering bisa menyulut api dengan cepat.
“Pulang Pisau memiliki tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi karena 60 persen wilayahnya merupakan lahan gambut yang rentan terbakar,” kata Ahmad Jayadikarta di Pulang Pisau, Rabu.
Delapan Kecamatan dengan Titik Api Terbanyak
Meski saat ini status Kabupaten Pulang Pisau belum masuk siaga darurat, data menunjukkan beberapa kecamatan sudah mulai memanas. Berdasarkan catatan BPBD setempat, Kecamatan Kahayan Kuala menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak, yakni sembilan titik.
“Delapan kecamatan yang tercatat jumlah hotspot terbanyak yaitu di Kecamatan Kahayan Kuala yang berjumlah sembilan titik hotspot,” jelas Ahmad Jayadikarta.
Sementara itu, Kecamatan Jabiren Raya yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan karhutla, justru mencatatkan kondisi zero hotspot. Artinya, tidak ada titik api yang terdeteksi di sana.
Pemkab Tunggu Indikator Sebelum Tetapkan Status Darurat
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo mengatakan, tiga kabupaten tetangga—Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas—sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla. Namun, Pulang Pisau masih terus dipantau.
“Kabupaten Pulang Pisau masih terus dicermati dengan berbagai indikator untuk menentukan apakah kondisi daerah sudah masuk dalam status siaga darurat atau belum,” terang Herman.
Pendataan Sarpras dan Peran Masyarakat Peduli Api
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Pulang Pisau sudah membagikan formulir pendataan ke desa-desa. Data yang dikumpulkan meliputi ketersediaan sumur bor, embung, menara pantau, serta keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di masing-masing desa.
“Melalui data yang disampaikan pihak desa, nantinya diketahui sarpras tersebut tersedia atau tidak, apakah fasilitas yang ada masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ujar Herman.
BNPB Beri Perhatian Khusus pada Aspek Pencegahan
Herman menambahkan, Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama pengawasan adalah pada aspek kesiapsiagaan dan upaya pencegahan bencana karhutla.
“Yang menjadi perhatian adalah aspek kesiapsiagaan maupun upaya pencegahan bencana,” pungkasnya.