PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memadukan langkah penanganan karhutla di lapangan dengan ikhtiar batin lewat istighosah dan doa bersama. Kegiatan yang dirangkai dengan Peringatan Hari Santri 2026 itu berlangsung di Masjid Raya Darussalam, Kompleks Islamic Center, Jalan G. Obos, Palangka Raya.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut Hari Santri 2026 bertema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" sebagai pengingat peran santri dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, perjuangan santri kini tidak lagi hanya lewat jalur fisik, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang tetap berlandaskan adab.
Dalam sambutannya, Agustiar menekankan pentingnya akhlak di tengah perubahan zaman. Ia menyitir pepatah bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman.
"Adab sesungguhnya lebih tinggi daripada ilmu. Tantangan zaman terus berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tidak boleh padam. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman, hubbul wathan minal iman," tuturnya.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkuat persatuan dan gotong royong untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan pahlawan di Bumi Tambun Bungai.
Di tengah kondisi karhutla dan kekeringan, Agustiar menegaskan penanganan harus dilakukan bersama-sama. Kerja keras petugas pemadam, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat disebutnya perlu terus diperkuat dengan kepedulian serta doa bersama.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras melakukan pemadaman dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Menurut Gubernur, ikhtiar lahir di lapangan harus dilengkapi ikhtiar batin.
"Selain ikhtiar lahir melalui berbagai upaya penanganan di lapangan, kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui doa, zikir, dan istighfar. Mari bergandengan tangan, Penyang Hinje Simpei, agar karhutla segera berakhir," pesannya.
Melalui istighosah, Gubernur mengajak masyarakat memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun, api padam, kabut asap menghilang, serta warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.
Pemprov Kalteng terus menangani dampak karhutla melalui penyediaan rumah oksigen, pembagian masker dan vitamin, penyaluran air bersih, serta bantuan pangan bagi masyarakat terdampak. Sejumlah langkah itu menyasar warga yang paling terdampak asap dan kekeringan.
Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur dan Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan pangan, vitamin, dan masker kepada perwakilan penerima seusai istighosah.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menjelaskan bantuan pangan disiapkan untuk menjangkau hampir 5.000 penerima dari berbagai kelompok masyarakat. Penerimanya meliputi marbot masjid dan musala, ustaz dan ustazah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru Pendidikan Agama Islam non-PNS, guru honorer di lingkungan Kementerian Agama, guru PAUD dan TK, ibu-ibu pengajian, serta pengurus panti asuhan.
"Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat di tengah situasi daerah kita yang sedang berjuang menghadapi karhutla," ucap Edy Pratowo.
Wagub mengingatkan warga menjaga kesehatan selama karhutla berlangsung, antara lain dengan mencukupi kebutuhan air minum, beristirahat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Ketua PW Nahdlatul Ulama, Ketua PW Muhammadiyah, Ketua LDII, pimpinan organisasi keagamaan Islam, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi, alim ulama, tokoh agama dan masyarakat, pimpinan pondok pesantren, ASN, serta para santri.