KALIMANTAN TENGAH — Toyota RAV4 Woodland PHEV 2026 menawarkan jarak listrik murni 49 mil dan tenaga gabungan 324 hp, tapi kemampuan off-road-nya lebih banyak tampilan ketimbang kemampuan sesungguhnya. Varian ini jadi salah satu dari empat pilihan RAV4 PHEV bersama SE, XSE, dan GR Sport, dengan harga yang menyentuh 48.050 dolar AS. Pengujian di gurun Apple Valley, California, memperlihatkan bahwa justru sistem plug-in hybrid-nya yang membuat crossover ini layak dipertimbangkan.
Pengujian berlangsung selama tujuh hari dengan rute utama melintasi gurun Apple Valley, California. Toyota meminjamkan satu unit RAV4 Woodland PHEV untuk keperluan pengetesan, termasuk menjajal medan berdebu dan jalanan aspal sehari-hari. Hasilnya cukup jelas: bagian yang benar-benar berguna dari mobil ini bukan roof rail atau ban all-terrain, melainkan paket tenaga listriknya.
Toyota membagi RAV4 PHEV menjadi empat grade: SE, XSE, Woodland, dan GR Sport. Jarak antarvarnya ternyata lebih kecil dari yang terdengar dari namanya.
Selisihnya cuma setengah inci ground clearance dan satu derajat sudut, dengan konsekuensi kehilangan tiga mil jarak listrik. Tambahan ketinggian itu pun berasal dari ban A/T, bukan dari suspensi yang dimodifikasi.
Sistem penggerak RAV4 PHEV menggabungkan mesin empat silinder 2,5 liter, motor depan, dan motor belakang untuk all-wheel drive elektronik on-demand. Total tenaga gabungan mencapai 324 hp, dengan torsi mesin 172 lb-ft pada 4.300 rpm. Bobot kosongnya 4.500 pon, sekitar 1.000 pon lebih berat dibanding RAV4 dua dekade lalu.
Bobot sebesar itu tidak terasa di setir. Kemudi tetap ringan dan mudah, sementara ban all-terrain hanya menambah sedikit kebisingan jalan. Torsi listrik mengisi tenaga secara instan sehingga akselerasi terasa tanpa usaha. Perpindahan antara tenaga listrik dan bensin berjalan mulus, tanpa getaran atau jeda, dipadukan transmisi eCVT.
Medan berdebu, permukaan tidak rata, dan semak ringan di gurun Apple Valley bisa dilibas tanpa keluhan. Namun pengujian tidak pernah sampai membutuhkan artikulasi suspensi serius atau gearing low-range. Senior Editor Caleb Jacobs dalam ulasannya menyebut bahwa kemampuan off-road Woodland sebatas ban Dunlop all-terrain, trail drive mode, dan downhill assist control.
"Semua yang dimiliki Woodland untuk off-roading adalah ban Dunlop all-terrain, trail drive mode yang membantu mengatur traksi dan pembagian torsi, serta downhill assist control yang menggerus dan menyentak seperti Crawl Control Toyota zaman dulu," ujar Caleb Jacobs. Menurutnya, mobil ini lebih cocok mengantar dua sepeda motor trail ke lokasi, bukan menaklukkan jalur trail itu sendiri.
Jarak listrik dunia nyata hanya berselisih dua mil dari klaim Toyota di angka 49 sampai 50 mil. Kombinasi baterai penuh dan tangki bensin penuh menghasilkan sekitar 585 mil, cukup untuk perjalanan jauh. Pengisian Level 1 di rumah lambat dan butuh sekitar 15 jam untuk penuh, dengan hasil hanya 60 persen semalaman. Charger Level 2 memangkasnya jadi 2,5 sampai 3 jam, sementara DC fast charging mengisi 10-80 persen dalam sekitar 35 menit.
Kabin Woodland memakai panel pintu dan dasbor bertekstur khusus dengan aksen merah-oranye, jok berpemanas berbalut SofTex, serta karpet dan cargo liner all-weather bermerek Woodland. Bagian lainnya sama dengan RAV4 PHEV standar: layar sentuh 10,5 inci, kluster instrumen digital 12,3 inci, dan tata letak yang tidak menuntut penyesuaian ulang. Unit pengujian memakai warna Urban Rock yang eksklusif untuk trim ini.
Sebagian besar pembeli RAV4 PHEV tidak membutuhkan tambahan yang ditawarkan Woodland. Tapi bagi yang memang aktif di luar ruangan, atau sekadar ingin tampil seperti itu, varian ini masuk akal selama tidak berharap kemampuan rock crawler. Roof rail-nya berguna untuk mengangkut longboard tanpa khawatir menggores atap, dan karpet tebalnya memudahkan pembersihan setelah sesi surfing. Terlepas dari paket stylenya, RAV4 PHEV di varian mana pun tetap istimewa: jarak listrik sekitar 50 mil, total hampir 600 mil, dan powertrain yang praktis sekaligus halus khas Toyota.