135 Kasus ISPA Akibat Karhutla Terdata di Palangka Raya per 1 September 2026, Ruang Oksigen Disiapkan di 11 Puskesmas

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:32:01 WIB
Petugas kesehatan memeriksa pasien di ruang oksigen Puskesmas Menteng, Palangka Raya, yang disiagakan untuk menangani 135 kasus ISPA akibat karhutla per 1 September 2026.

PALANGKA RAYA — Sebanyak 135 kasus ISPA akibat bencana asap karhutla tercatat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, per 1 September 2026. Angka ini menjadi indikator utama yang terus dipantau Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya di tengah meningkatnya paparan asap.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, data harian tersebut menunjukkan wilayah kerja Puskesmas Menteng menyumbang laporan terbanyak dengan 26 kasus. Disusul Puskesmas Bukit Tunggal dan Puskesmas Pahandut yang masing-masing mencatat 23 kasus.

Sebaran 135 Kasus ISPA di 9 Puskesmas

Dinkes merinci 20 kasus tercatat di Puskesmas Bukit Hindu, 14 kasus di Marina Permai, serta masing-masing 10 kasus di Puskesmas Jekan Raya dan Kalampangan. Adapun Puskesmas Kereng Bangkirai mencatat delapan kasus dan Puskesmas Panarung satu kasus.

Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan sedini mungkin apabila mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla.

Ruang Oksigen Disiagakan di 11 Puskesmas

Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah. Fasilitas ini merupakan langkah antisipasi apabila terjadi penurunan kualitas udara dan peningkatan gangguan pernapasan masyarakat akibat kabut asap.

"Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik," kata Riduan di Palangka Raya, Senin.

Ruang oksigen tersebut disiapkan di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, dan Tangkiling. Fasilitas kesehatan lain yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya juga turut disiagakan.

Pustu di 30 Kelurahan Dioptimalkan

Selain ruang oksigen, Dinkes mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Riduan berharap keberadaan ruang oksigen dapat memberikan penanganan awal bagi warga, khususnya saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala ISPA untuk segera memeriksakan diri.

"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.

Riduan pun mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Layanan kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan segera apabila kondisi kesehatan mulai terganggu di tengah situasi karhutla yang masih berlangsung.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top