Kualitas Udara Palangka Raya Pagi Ini Tidak Sehat, BMKG Catat Polutan 125,4 ug/m dan Stasiun Tjilik Riwut Masih Berbahaya

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 07 September 2026 | 09:17:01 WIB
Warga melintas di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, saat kualitas udara setempat tercatat tidak sehat dengan polutan 125,4 ug/m.

PALANGKA RAYA — Kualitas udara di ibu kota Kalimantan Tengah ini berangsur membaik setelah sempat menyentuh level berbahaya pada dini hari. Data situs bmkg.go.id menunjukkan angka polutan berada di 125,4 ug/m, masuk dalam kategori tidak sehat.

Kondisi ini meningkat positif dibandingkan sehari sebelumnya yang berstatus sangat tidak sehat. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap potensi memburuknya kualitas udara menjelang siang nanti.

Level Polusi Sempat Tembus 170 ug/m pada Pukul 03.00 WIB

BMKG mencatat tingkat polusi udara di Palangka Raya sempat berada dalam status sangat tidak sehat pada pukul 03.00 WIB dengan tingkat polutan mencapai 170 ug/m. Setelah itu, kondisi perlahan membaik hingga masuk kategori tidak sehat.

Pantauan aplikasi IQAir bahkan sempat mencatat indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 190 AQI/US atau masuk level tidak sehat.

Titik Berbahaya Masih Terdeteksi di Sekitar Stasiun Tjilik Riwut

Meski secara umum membaik, satu titik di Palangka Raya justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Stasiun Jalan Tjilik Riwut mencatat wilayah sekitarnya masih berada dalam level kualitas udara berbahaya.

Di titik pemantauan tersebut, indeks kualitas udara tercatat di angka 480 AQI/US. Angka ini jauh melampaui ambang batas kategori tidak sehat dan masuk dalam level yang dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Prediksi BMKG: Status Tidak Sehat Bertahan Hingga Pukul 09.00 WIB

IQAir memperkirakan kualitas udara Kota Palangka Raya dalam status tidak sehat hanya akan bertahan sekitar tiga jam ke depan, yakni sampai pukul 09.00 WIB.

Setelah waktu tersebut, kondisi diperkirakan bakal kembali naik menjadi sangat tidak sehat. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas fisik yang berat.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalamanthana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top