Persiapan Haji 2027 Dimatangkan, Kemenhaj dan Dinkes Barito Utara Perketat Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:02:02 WIB
Pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji Kabupaten Barito Utara untuk keberangkatan 1448 Hijriah/2027 diperketat melalui skrining MCU, kesehatan mental, dan penilaian kemandirian.

`MUARA TEWEH — Calon jamaah haji (JCH) Kabupaten Barito Utara yang dijadwalkan berangkat pada 1448 Hijriah/2027 harus menjalani pemeriksaan kesehatan lebih menyeluruh, mencakup medical check-up (MCU), kesehatan mental, hingga penilaian kemandirian. Kebijakan ini disosialisasikan Dinas Kesehatan setempat bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah dalam acara di Aula Bappedarida, Muara Teweh, Kamis.

Pembinaan dan pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kunci utama agar para calon jamaah mampu menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan aman. Pasalnya, ibadah haji menuntut kondisi fisik dan mental yang prima, sehingga persiapan yang dilakukan secara mendadak dinilai tidak akan cukup.

Empat Aspek Kesiapan yang Ditekankan bagi Calon Jamaah

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, menegaskan bahwa persiapan calon jamaah tidak bisa dilakukan secara instan. Ada empat hal mendasar yang harus dipenuhi sejak sekarang, yaitu kesiapan fisik, mental, spiritual, dan administrasi.

"JCH diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik, mental, spiritual maupun administrasi. Seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan dan pembinaan harus diikuti dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji," ujarnya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut.

Ia menambahkan, kesehatan menjadi faktor krusial yang menentukan kelancaran jamaah dalam menjalankan berbagai rangkaian ibadah. Karena itu, partisipasi aktif dalam pemeriksaan kesehatan dan pembinaan dari instansi terkait sangat diharapkan agar perjalanan ibadah dapat berlangsung optimal.

Skema Pemeriksaan Baru: Bukan Sekadar Syarat Administrasi

Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi, memaparkan bahwa konsep pelayanan kesehatan untuk musim haji 1448 H mengalami perubahan signifikan. Pemeriksaan tidak lagi dipandang sebagai formalitas belaka, melainkan upaya deteksi dini untuk memastikan jamaah benar-benar siap secara jasmani dan rohani.

Tahapan pemeriksaan yang akan dijalani calon jamaah mencakup medical check-up (MCU) secara menyeluruh, asesmen kesehatan mental, pemeriksaan fungsi kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Prosedur ini juga akan kembali dilakukan pada masa embarkasi dan debarkasi guna menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.

"Dengan diketahuinya risiko penyakit lebih awal, maka penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan jemaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan maupun pembinaan kesehatan, sehingga nantinya dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih nyaman," jelas Zero.

Deteksi Dini Risiko Penyakit untuk Antisipasi Sebelum Keberangkatan

Tujuan utama dari pemeriksaan yang diperketat ini adalah untuk memetakan faktor risiko kesehatan yang mungkin dimiliki oleh setiap calon jamaah. Pelayanan kesehatan haji dirancang secara berkesinambungan dan komprehensif, mulai dari pemeriksaan awal, pengobatan, hingga pembinaan kesehatan sesuai standar yang berlaku.

Dengan mengetahui potensi masalah kesehatan lebih awal, jamaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan atau perawatan lanjutan. Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya yang terkadang baru terdeteksi saat mendekati waktu keberangkatan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah. "Sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Dinas Kesehatan sangat penting dalam memberikan pembinaan dan pelayanan kepada calon jamaah. Dengan persiapan yang baik, kita berharap jamaah Barito Utara dapat melaksanakan ibadah haji dengan tertib, aman dan lancar," pungkas Alpiansah.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top