PALANGKA RAYA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan dua titik layanan Rumah Oksigen gratis sebagai respons atas memburuknya kualitas udara akibat karhutla. Fasilitas pertolongan pertama ini menyasar warga yang mengeluhkan sesak napas atau iritasi saluran pernapasan.
Layanan pertama berlokasi di kawasan Bundaran Besar Telawang dan Lobby RTH Kota Palangka Raya. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Titik kedua berada di Aula Bakti Husada, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng. Layanan di lokasi ini beroperasi pada hari kerja, pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Setiap rumah oksigen dilengkapi oxygen concentrator, tabung oksigen, dan tempat tidur pasien. Tenaga kesehatan juga disiagakan di lokasi untuk memberikan penanganan awal bagi warga yang membutuhkan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan seluruh layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis. "Rumah Oksigen tersebut dilengkapi oxygen concentrator, tabung oksigen, tempat tidur pasien, serta tenaga kesehatan yang disiagakan untuk memberikan penanganan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, atau pusing akibat menghirup asap disarankan segera memanfaatkan layanan ini. Penanganan dini diharapkan mencegah kondisi yang lebih parah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.
Pemprov Kalteng juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini berlaku terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi akibat kabut asap.
Kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah kali ini merupakan dampak dari meluasnya titik api di sejumlah kabupaten. Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang membuat lahan gambut mudah terbakar.
Pemerintah provinsi terus menggencarkan upaya pemadaman dan patroli terpadu, namun kesadaran warga untuk tidak membakar lahan tetap menjadi kunci utama pencegahan. Rumah oksigen ini merupakan salah satu langkah jangka pendek untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak langsung karhutla.