Festival Besei Kambe Anjir Lake Vol 1 resmi digelar di Lapangan Agro Wisata Anjir Lake, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu. Kegiatan ini menyuguhkan perpaduan lomba adu dayung perahu legendaris, turnamen Balogo, hingga pameran UMKM lokal sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
KUALA KAPUAS — Festival Besei Kambe Anjir Lake Vol 1 dibuka langsung oleh Staf Ahli Bupati Kapuas, Budi Kurniawan, di Lapangan Agro Wisata Anjir Lake, Kecamatan Kapuas Timur, Sabtu. Ribuan pengunjung tampak memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan dua ajang kompetisi utama yang menjadi daya tarik festival, yakni perlombaan air Besei Kambe dan Turnamen Balogo di arena darat.
Budi Kurniawan menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk memperkenalkan serta melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. "Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pelestarian budaya luhur Kalteng sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal," ujarnya saat membuka acara.
Besei Kambe menjadi primadona dalam festival ini. Perlombaan air legendaris ini mengadu dua perahu yang didayung berlawanan arah, menguji kekuatan fisik serta strategi para peserta di atas Danau Anjir Lake. Sementara itu, Turnamen Balogo digelar di arena darat, menguji ketangkasan pemain menggunakan tongkat untuk melontarkan logo dan merobohkan susunan logo milik lawan.
Pengunjung yang datang tidak hanya menjadi penonton. Panitia menyediakan Gelanggang Permainan Rakyat "Huma Betang" yang mengajak masyarakat menjajal langsung berbagai permainan tradisional. Beberapa di antaranya adalah Bagasing Kayu, permainan olahraga ketangkasan memutar gasing kayu, serta sumpit Dayak atau manyipet yang menguji fokus membidik sasaran balon.
Daya tarik lain yang tak kalah ramai adalah sesi Live Cooking Mangenta, sebuah prosesi menumbuk ketan muda menggunakan lesung kayu. Seluruh hasil masakan dari prosesi adat ini kemudian disajikan gratis untuk pengunjung umum. Selain itu, kawasan festival juga memamerkan produk kerajinan rotan, ukiran kayu, aksesoris manik-manik khas Kalimantan, serta aneka olahan produk UMKM lokal.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Rexy Azmi, menegaskan festival ini dirancang sebagai wadah partisipatif bagi generasi muda. "Kami ingin menghadirkan ruang di mana tradisi leluhur seperti besei kambe, balogo dan mangenta tetap hidup dan dibanggakan oleh generasi muda," tuturnya. Ia menambahkan, festival ini mengajak masyarakat tidak hanya menyaksikan hiburan budaya, tetapi juga merasakan langsung kehangatan tradisi Dayak dan Kalimantan Tengah dari pagi hingga sore hari.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menilai kegiatan berbasis budaya seperti ini memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata daerah. Keberadaan Agro Wisata Anjir Lake sebagai lokasi acara dinilai strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Kapuas kepada masyarakat luas. Para pelaku UMKM lokal pun diharapkan memanfaatkan momen ini untuk memasarkan produk unggulan, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Budi Kurniawan berharap Festival Besei Kambe dapat berjalan berkelanjutan dan semakin berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku usaha, generasi muda, serta masyarakat menjadi kunci menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.