KALIMANTAN TENGAH — Michael Burry, tokoh yang diabadikan dalam film "The Big Short" karena sukses memprediksi krisis hipotek 2008, kembali membuat gebrakan. Lewat catatan di Substack-nya, ia mengungkapkan telah menambah posisi short secara signifikan di sejumlah saham semikonduktor. Langkah ini diambil di tengah performa pasar yang kontras antara perusahaan chip dan perusahaan rintisan teknologi.
Burry secara spesifik menyebut telah meningkatkan eksposur short di Nvidia (NVDA) dan Micron Technology (MU). Ia juga menambah posisi bearish di Caterpillar (CAT) dan iShares Semiconductor ETF (SOXX). Menurut Burry, kepemilikan di SOXX beserta opsi put terkait kini menjadi posisi yang sangat substansial dalam portofolionya.
Keputusan ini menarik karena Micron dan Nvidia menunjukkan performa yang sangat berbeda tahun ini. Saham Micron melesat hampir 192 persen, sementara Nvidia hanya naik sekitar 9 persen. Dengan menambah posisi short, Burry jelas bertaruh bahwa kenaikan tersebut tidak berkelanjutan dan akan berbalik arah.
Tidak hanya pada sektor semikonduktor, Burry juga mengonfirmasi bahwa posisi short-nya di Tesla (TSLA) dan Palantir Technologies (PLTR) masih utuh. Ia memilih untuk tidak menutup posisi tersebut, menandakan keyakinan bahwa kedua saham ini masih overvalued.
Keputusan ini kontras dengan kinerja saham kedua perusahaan. Baik Tesla maupun Palantir sama-sama mengalami penurunan signifikan tahun ini, masing-masing anjlok sekitar 30 persen dan 31 persen. Meski sudah turun, Burry justru tidak mengambil untung dan malah bertahan, sebuah sinyal bahwa ia memperkirakan penurunan masih akan berlanjut.
Di sisi lain, Burry tidak hanya bermain short. Ia juga melakukan ekspansi pada posisi long (beli) di saham Flutter Entertainment (FLUT) dan DraftKings (DKNG). Saham DraftKings sendiri telah ambles sekitar 33 persen tahun ini, yang mungkin dilihat Burry sebagai peluang beli di harga murah.
Langkah ini menunjukkan strategi lindung nilai yang cukup cerdas. Di satu sisi, ia bertaruh pada kejatuhan raksasa teknologi dan semikonduktor. Di sisi lain, ia mengoleksi saham sektor hiburan dan judi online yang sedang tertekan, berharap ada pemulihan di masa depan.
Portofolio terbaru Michael Burry ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku pasar bahwa risiko koreksi di sektor teknologi, khususnya saham dengan valuasi tinggi seperti Nvidia dan Tesla, masih sangat nyata. Bagi investor ritel, langkah Burry bisa menjadi pengingat untuk tidak terlalu fomo pada reli saham semikonduktor tanpa mempertimbangkan fundamental jangka panjang.