Bulog Catat Kapuas dan Kotim Dominasi Serapan Gabah di Kalteng, Target 15 Ribu Ton Hingga Oktober 2026

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:35:31 WIB
Kepala Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana menyampaikan data serapan gabah di Palangka Raya, Senin.

PALANGKA RAYA — Dua kabupaten di Kalimantan Tengah menjadi andalan Bulog dalam mengisi cadangan beras pemerintah (CBP). Kepala Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana menyebutkan, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kapuas menyumbang hampir seluruh serapan gabah yang telah direalisasikan.

“Penyerapan kita itu terbanyak dari Kapuas dan Kotawaringin Timur,” jelas Erwin di Palangka Raya, Senin.

Kontribusi Kotim Capai 61 Persen, Kapuas 25 Persen

Data per 26 Juli 2026 menunjukkan, Kotawaringin Timur mencatat serapan tertinggi dengan 6.150 ton setara beras atau menyumbang 61 persen dari total realisasi. Kapuas berada di posisi kedua dengan 2.495 ton setara beras atau setara 25 persen. Sisanya, sekitar 14 persen, berasal dari panen di Kabupaten Pulang Pisau dan sejumlah daerah lainnya.

Saat ini, total realisasi penyerapan Bulog Kalteng telah mencapai 9.935 ton setara beras. Angka itu setara dengan 62,87 persen dari target keseluruhan yang mencapai lebih dari 15 ribu ton setara beras.

Panen Berlanjut hingga Oktober, Target 40 Persen Dikejar

Erwin mengungkapkan, sisa target sekitar 40 persen masih bisa dipenuhi. Pasalnya, musim panen di sejumlah sentra produksi padi di Kalteng diperkirakan masih berlangsung hingga September atau Oktober 2026.

“Informasinya panen masih akan berlangsung sampai September-Oktober, sehingga akan kami maksimalkan penyerapannya,” ujarnya.

Optimalisasi ini menjadi langkah strategis Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. Stok tersebut akan digunakan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama musim kemarau hingga akhir tahun.

Pengairan Masih Bagus, Produksi Dinilai Aman

Meski musim kemarau mulai melanda, Erwin menilai kondisi pengairan di lahan pertanian masih cukup baik. Ia mengklaim produktivitas panen di lapangan tetap terjaga.

“Kalau sawah memang tergantung pengairan, tetapi yang saya lihat di lapangan pengairannya masih bagus. Panennya juga masih baik dan hasilnya masih banyak,” katanya.

Dengan kondisi ini, Bulog berharap pasokan gabah dari petani tetap melimpah. Proses penyerapan pun diyakini bisa terus berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top