SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Pemilihan Duta UMKM dan Muslim Model 2026 untuk menarik minat generasi muda terhadap dunia usaha. Ajang yang berlangsung di Swalayan UMKM Sampit pada 10-11 Juli 2026 ini menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan Hari UMKM Nasional.
Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi, mengapresiasi keterlibatan aktif anak muda dalam perayaan ekonomi kerakyatan tahun ini. Menurutnya, kegiatan kreatif semacam ini bisa memicu kebanggaan generasi milenial dan Gen-Z terhadap koperasi dan wirausaha.
“Kami sangat mengapresiasi rangkaian kegiatan inovatif ini, mulai dari Pemilihan Duta UMKM hingga Muslim Model. Melalui event-event kreatif seperti ini, kita dapat memicu keterlibatan aktif semua kalangan, termasuk generasi muda, agar mereka bangga berkoperasi dan berwirausaha,” ujar Umar Kaderi, Minggu (12/7/2026).
Umar menambahkan, Duta UMKM yang terpilih akan memikul tanggung jawab besar sebagai representasi promosi produk unggulan lokal Kotim. Mereka akan dikenalkan melalui media sosial hingga ajang pameran nasional.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Muslih, ST, merincikan bahwa pemilihan Duta UMKM sukses digelar pada 10-11 Juli 2026. Sementara Muslim Model berlangsung pada malam Minggu, 11 Juli 2026, di lokasi yang sama.
“Kegiatan itu sebagai ajang apresiasi dan seleksi bagi generasi muda berbakat,” kata Muslih.
Ajang Muslim Model 2026 bertujuan mendukung perkembangan industri fesyen muslim dan industri kreatif lokal. Muslih menilai keterlibatan komunitas dalam menyukseskan kedua ajang ini menjadi bukti nyata kesadaran akan kemandirian ekonomi mulai menjamur di kalangan anak muda Kotim.
Muslih berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Para finalis yang terpilih akan dilibatkan dalam promosi produk lokal, pameran UMKM, hingga kampanye penggunaan produk dalam negeri untuk memperluas jangkauan pemasaran pelaku usaha di Kotim.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan generasi muda, diharapkan semakin banyak anak muda tertarik membangun usaha sejak dini. Semangat kewirausahaan diyakini bisa terus tumbuh dan melahirkan pelaku UMKM baru yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.