SAMPIT — Di tengah arus modernisasi yang deras, tradisi Lawang Sakepeng tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai kegiatan adat di Kalimantan Tengah. Atraksi warisan Suku Dayak Ngaju ini baru-baru ini meriahkan resepsi pernikahan pasangan Serli Marselina dan Rizky Ramadani di Jalan Ir H Juanda, Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Dalam pertunjukan tersebut, dua pesilat berhadapan untuk memutus tali atau rintangan yang membentang di tengah gapura adat. Gerakan silat yang ditampilkan dikenal dengan nama Kuntau, yang terinspirasi dari tingkah laku kera atau beruk.
Uniknya, atraksi ini dimainkan secara berulang oleh berbagai kalangan. Mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua bergantian menunjukkan kemampuannya di hadapan para tamu undangan dan warga sekitar.
“Seru melihatnya. Setiap kali pesilat berhasil memutus tali, penonton langsung bersorak. Apalagi yang tampil tadi ada yang masih pemula sampai yang senior,” ujar Bahrudin, salah seorang tamu undangan.
Kata lawang berarti pintu atau gerbang, sedangkan sakepeng berarti satu keping. Tradisi ini dimaknai sebagai simbol membuka pintu menuju kebaikan sekaligus perjuangan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Meski gapura yang digunakan dalam acara tersebut dibuat secara sederhana, hal itu tidak mengurangi makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. “Ini bukan pertandingan, tetapi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya. Jadi semua harus menjunjung sportivitas,” ujar pembawa acara saat atraksi berlangsung.
Kaspul Anwar, orang tua mempelai wanita, mengaku sengaja menghadirkan Lawang Sakepeng untuk menghibur tamu undangan dan masyarakat. “Kalau di kawasan perkotaan mungkin sudah jarang terlihat, tetapi di desa-desa tradisi ini masih sering ditampilkan dalam acara pernikahan,” katanya.
Keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan tersebut menjadi harapan agar warisan budaya khas Dayak Ngaju itu tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman. Hingga kini, Lawang Sakepeng masih cukup sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat di Kotim.