PALANGKARAYA — Viral di media sosial video yang memperlihatkan momen kurang mengenakkan saat seorang pengunjung Kalteng Expo mencoba menyampaikan keluhan soal infrastruktur jalan di Kalimantan Tengah. Alih-alih mendapat respons empati, warga tersebut justru diinterupsi berulang kali oleh pembawa acara atau MC pria yang memandu sesi interaksi di atas panggung.
Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @tanterempongofficial. Kejadian bermula saat MC perempuan yang mendampingi acara membuka kesempatan bagi pengunjung untuk menyampaikan pesan langsung kepada Gubernur Kalimantan Tengah yang hadir di lokasi.
"Apa pesan-pesannya untuk pemerintah provinsi? Di sini ada Pak Gubernur nih," tanya MC perempuan tersebut, dikutip Senin (25/5/2026).
Seorang pengunjung pria langsung merespons tawaran itu. Ia menyampaikan satu permintaan yang dinilai sangat krusial bagi mobilitas masyarakat setempat. "Tolong diperbaiki jalan raya," ucapnya.
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, MC pria langsung memotong pembicaraan. "Yang di mana? Yang di mana?" tanyanya dengan nada cepat.
Warga tersebut tetap berusaha menjawab dengan tenang, "Dari Palangkaraya ke Muara Teweh." Namun, MC pria itu kembali melontarkan pertanyaan yang dianggap mencecar. "Yang di mananya? Jalan yang mana? Jalan depan rumahnya?" celetuknya.
Meski terus diinterupsi, pengunjung itu tetap berusaha memperjelas. "Jalan lintas Kalimantan," tegasnya. Lagi-lagi, MC pria tersebut seolah tidak puas dan kembali bertanya, "Lintas Kalimantan? Yang mana?"
Video tersebut langsung memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap sang pembawa acara yang dinilai tidak memiliki etika profesional saat berhadapan dengan masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan nyata. Alih-alih menampung aspirasi, MC justru dianggap menyudutkan warga yang sedang menyampaikan masalah infrastruktur.
"Padahal MC harus netral ya tinggal bilang aja, 'Terima kasih, Mas atas pesannya. Ini ada Pak Gubernur semoga bisa direalisasikan untuk kesejahteraan kita semua'," tulis salah satu netizen yang merasa gemas dengan sikap MC tersebut.
Netizen lainnya menyindir bahwa sikap MC pemerintah yang dianggap memihak dan tidak ramah terhadap aspirasi rakyat justru mencoreng citra acara resmi. Sebagian warganet bahkan menilai tindakan MC tersebut sebagai bentuk "penjilatan" kepada pejabat yang hadir.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya peran pembawa acara dalam forum-forum resmi pemerintah. Seorang MC diharapkan mampu menjadi jembatan antara pejabat dan masyarakat, bukan malah menghalangi atau meremehkan aspirasi yang disampaikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia Kalteng Expo maupun pihak terkait mengenai insiden tersebut.