Banjir Rendam Permukiman di Kotawaringin Timur, Laporan Ular Masuk Rumah Meningkat 30 Persen, Damkarmat Terima 15 Laporan Per Hari

Penulis: Lukman Hakim  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:21:10 WIB
Banjir di Kotawaringin Timur menyebabkan peningkatan laporan ular masuk rumah hingga 30 persen.

SAMPIT — Bencana hidrometeorologi basah yang melanda Kotawaringin Timur tak hanya merendam permukiman, tapi juga memicu konflik baru antara warga dan satwa liar. Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerima 10 hingga 15 laporan penyelamatan setiap harinya, naik signifikan dibandingkan rata-rata tiga laporan pada musim kemarau.

Habitat Tergenang, Ular Cari Tempat Hangat di Rumah Warga

Hery menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh genangan air yang merendam habitat alami reptil, terutama di kawasan semak, drainase, dan lahan kosong. “Karena hewan itu mencari tempat yang hangat, makanya ular masuk ke rumah warga,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Kondisi ini membuat rumah-rumah yang dekat dengan area hijau menjadi sasaran empuk. Wilayah Kecamatan Baamang, khususnya kawasan Wengga Metropolitan yang merupakan area perumahan baru, tercatat sebagai salah satu zona dengan laporan evakuasi tertinggi. Tak jarang, ular yang muncul adalah jenis kobra berbisa mematikan.

Fakta Singkat Lonjakan Laporan Ular di Kotim

  • Laporan penyelamatan harian naik dari 3 menjadi 10-15 laporan per hari sejak Februari 2026.
  • Khusus evakuasi ular, Disdamkarmat menerima rata-rata 5 laporan per hari atau lebih.
  • Kenaikan jumlah laporan ular masuk rumah mencapai 30 persen dibandingkan musim normal.

Wengga Metropolitan: Bekas Habitat Ular Kobra yang Kini Jadi Perumahan

Petugas Disdamkarmat beberapa kali mengevakuasi ular kobra di kawasan Wengga Metropolitan. Hery menduga kemunculan reptil berbisa itu erat kaitannya dengan alih fungsi lahan. “Di wilayah Wengga Metropolitan cukup sering ditemukan ular kobra. Kemungkinan karena kawasan itu dulunya habitat mereka,” ungkapnya.

Selain faktor banjir, lingkungan yang kurang terawat juga menjadi pemicu. Tumpukan barang bekas, rumput tinggi, dan saluran drainase kotor dinilai menjadi tempat persembunyian favorit ular. Masyarakat pun diminta rutin membersihkan halaman dan lingkungan sekitar selama musim hujan masih berlangsung.

Jangan Coba Tangkap Sendiri, Laporkan ke Damkarmat

Hery mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri saat menemukan ular, terlebih jika tidak memiliki keahlian menangani satwa liar. “Kalau menemukan ular di rumah atau lingkungan sekitar, segera laporkan ke Damkarmat Kotim agar bisa ditangani dengan aman,” imbaunya.

Petugas yang mengevakuasi ular biasanya melepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman. Namun, untuk jenis berbisa seperti kobra, penanganan dilakukan lebih khusus dengan melibatkan tenaga ahli yang memiliki peralatan memadai. Disdamkarmat Kotim terus bersiaga menghadapi lonjakan laporan selama musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top