KALIMANTAN TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan perubahan harga BBM nonsubsidi untuk akhir pekan ini. Kebijakan yang berlaku sejak 4 Mei 2026 masih menjadi acuan di seluruh SPBU. Artinya, harga Pertamax Turbo di DKI Jakarta masih Rp 19.900 per liter, sementara di Sumatera Barat dan Riau lebih mahal Rp 850.
Dari data yang dirilis Pertamina, Dexlite mencatat kenaikan paling signifikan dibanding produk lain. Di Jawa dan Bali, harga satu liter Dexlite tembus Rp 26.000. Namun, konsumen di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 27.150 per liter.
Perbedaan ini bukan tanpa alasan. Setiap provinsi menerapkan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda. Kebijakan daerah inilah yang membuat harga BBM nonsubsidi di SPBU tidak seragam secara nasional.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi yang berlaku per 23 Mei 2026 di berbagai wilayah Indonesia:
Kawasan perdagangan bebas seperti Sabang dan Batam menikmati harga lebih rendah karena regulasi khusus. Meski demikian, Pertamina mengingatkan agar konsumen selalu memeriksa ketersediaan stok di SPBU terdekat sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pasokan di wilayah FTZ terkadang terbatas karena permintaan yang fluktuatif.
Bagi pengguna kendaraan nonsubsidi, tidak ada perubahan harga berarti kabar baik di tengah tren kenaikan yang terjadi awal bulan ini. Namun, dengan disparitas harga antarprovinsi yang mencapai lebih dari Rp 1.000 per liter, perencanaan rute perjalanan bisa berdampak langsung pada pengeluaran harian.