KALIMANTAN TENGAH — Perbedaan paling mendasar antara kedua laptop ini terletak pada mesin utamanya. MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro, prosesor yang sama dengan iPhone 16 Pro. Chip ini dibekali Neural Engine 16-core yang dirancang untuk mengoptimalkan fitur Apple Intelligence, seperti pengeditan foto berbasis AI dan transkripsi suara otomatis.
Sementara itu, Asus Vivobook 14 M1405 mengandalkan prosesor AMD Ryzen 7 7730U. Chip dengan 8 core dan 16 thread ini merupakan prosesor khusus laptop yang dirancang untuk menangani beban kerja komputasi berat dalam jangka waktu lama.
Perbedaan arsitektur ini krusial. A18 Pro unggul dalam efisiensi daya dan tugas-tugas spesifik AI, namun Ryzen 7 7730U menawarkan performa multi-core yang lebih stabil untuk rendering video atau menjalankan aplikasi desktop berat.
Di tahun 2026, kapasitas RAM menjadi salah satu indikator utama kelincahan laptop. Di sini, MacBook Neo mendapat kelemahan paling kritis. Apple hanya membekali RAM 8 GB untuk semua variannya, dengan opsi penyimpanan 256 GB atau 512 GB.
Meskipun arsitektur memori Apple dikenal efisien, kapasitas 8 GB sangat riskan untuk multitasking berat seperti membuka 20 tab browser sambil menjalankan aplikasi pengolah data. Sebaliknya, Asus Vivobook 14 M1405 unggul telak dengan RAM 16 GB DDR4 dan SSD 512 GB M.2 NVMe. Kapasitas dua kali lipat ini memberi ruang lebih luas bagi pengguna yang sering bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus.
Apple mengklaim layar MacBook Neo lebih superior di kelasnya. Panel Liquid Retina 13 inci memiliki resolusi 2.408x1.506 piksel, kecerahan 500 nits, dan dukungan 1 miliar warna. Angka ini memang lebih tinggi dari standar laptop di harga yang sama.
Namun, Asus Vivobook 14 M1405 menawarkan layar lebih besar, 14 inci, dengan resolusi WUXGA (1.920x1.200 piksel). Meski kecerahannya lebih rendah di 300 nits dan color gamut terbatas 45% NTSC, panel ini dilengkapi lapisan anti-glare yang memudahkan penggunaan di ruangan terang atau dekat jendela.
Dari segi material, MacBook Neo jelas unggul. Bodi aluminium dengan bobot hanya 1,2 kilogram membuatnya sangat portabel. Tersedia dalam empat warna: merah muda, indigo, perak, dan kuning citrus. Kekurangannya, MacBook Neo tidak memiliki keyboard backlit dan hanya menyediakan dua port USB Type-C serta jack headphone.
Asus Vivobook 14 M1405 menggunakan bodi plastik yang lebih rentan sidik jari, namun kompensasinya ada pada kelengkapan port. Laptop ini memiliki satu port USB 2.0 Type-A, satu USB 3.2 Gen 1 Type-C, dua USB 3.2 Gen 1 Type-A, HDMI 1.4, dan jack audio. Keyboard-nya juga sudah dilengkapi lampu latar (backlit) untuk mengetik di gelap.
Asus membekali Vivobook dengan baterai 42 WHrs, lebih besar dari baterai MacBook Neo yang 36,5 WHrs. Namun, efisiensi chip A18 Pro biasanya memberikan daya tahan lebih lama per siklus pengisian daya pada beban kerja ringan seperti browsing dan menonton video. Sebaliknya, prosesor AMD Ryzen 7 7730U cenderung lebih boros daya saat performanya digeber penuh.
Keputusan akhir kembali pada prioritas pengguna. Jika mengutamakan portabilitas ekstrem, layar cemerlang, dan ekosistem Apple, MacBook Neo menjadi pilihan. Namun, jika kebutuhan utama adalah RAM besar, port lengkap, dan performa prosesor laptop murni, Asus Vivobook 14 M1405 menawarkan nilai lebih dengan selisih harga sekitar Rp600 ribu.