PALANGKA RAYA — Ratusan karya kain tradisional khas Dayak dan Melayu Kalteng dipamerkan dalam Kalteng Wastra Festival 2026. Acara yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah ini berlangsung selama satu hari di Indoor Serbaguna, Kamis (21/5).
Ketua Dekranasda Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran hadir langsung membuka festival. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar pameran dan perlombaan, melainkan momentum memperkuat kolaborasi antar pelaku industri kreatif daerah.
Dua agenda utama menyemarakkan festival: peragaan busana (fashion show) dan talkshow dengan narasumber nasional. Ratusan peserta dari kabupaten dan kota se-Kalteng menampilkan kreativitas wastra daerah melalui busana yang dikenakan para model.
"Semangat dan kreativitas yang ditampilkan hari ini menjadi bukti bahwa wastra Kalteng memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas," ujar Aisyah dalam sambutannya.
Dekranasda Kalteng menempatkan festival ini sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Selain pameran, para pengrajin mendapatkan pelatihan dan pembinaan langsung dari narasumber nasional yang dihadirkan dalam sesi talkshow.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pengrajin, desainer, dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Aisyah.
Aisyah menegaskan bahwa Dekranasda Kalteng tidak berhenti pada festival tahunan. Pihaknya akan terus mendukung pengembangan wastra dan industri kreatif daerah melalui pembinaan, promosi, pelatihan, dan program pemberdayaan lainnya.
"Kami berterima kasih kepada para narasumber nasional yang telah berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi. Ini memberikan wawasan baru bagi para pelaku UMKM, pengrajin, dan generasi muda kreatif di Kalimantan Tengah," pungkasnya.
Kalteng Wastra Festival 2026 menjadi salah satu dari rangkaian acara menyambut Hari Jadi Ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang diperingati setiap 23 Mei. Pemerintah provinsi menargetkan industri wastra lokal bisa bersaing di pasar nasional dan internasional dalam lima tahun ke depan.