PALANGKA RAYA — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah membuka stan edukasi dan pembagian bibit gratis di perayaan HUT ke-69 Kalimantan Tengah, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Cilik Riwut Km 5 itu langsung dibuka Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Pengunjung tidak sekadar menerima tanaman gratis. Mereka juga diperkenalkan dengan informasi soal hutan kota, sistem persemaian, hingga dunia usaha kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining mengatakan, stan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran publik terhadap kelestarian hutan.
Masyarakat yang datang bisa melihat langsung berbagai jenis pohon dan kayu beserta kegunaannya. Edukasi juga mencakup peran Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPPKH), Taman Botani, serta pengelolaan hutan alam. Satu materi yang tak ketinggalan adalah soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi masalah di Kalteng.
"Dinas Kehutanan Provinsi menampilkan informasi hutan kota, persemaian, kemudian dunia usaha kehutanan, termasuk BPPKH Kehutanan, Taman Botani, BPH hutan alam, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujar Agustan Saining.
Pembagian bibit pohon gratis menjadi daya tarik utama stan Dinas Kehutanan. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah. Warga yang antre tampak antusias membawa pulang bibit untuk ditanam di pekarangan rumah.
Menurut Agustan, keikutsertaan dalam perayaan HUT Kalteng bukan sekadar seremonial. Pihaknya ingin edukasi kehutanan bisa menjangkau lebih banyak warga yang mungkin selama ini tidak terpapar informasi tersebut.
Di tengah kemeriahan perayaan, Dinas Kehutanan menyelipkan pesan optimisme. Agustan berharap Kalimantan Tengah semakin maju, berkah, dan masyarakatnya hidup sejahtera. "Harapan kami dari Dinas Kehutanan, semoga Kalteng semakin maju, semakin berkah, masyarakatnya sejahtera dan lebih bahagia," tutupnya.
Perayaan HUT ke-69 Kalteng tahun ini menjadi ajang bagi berbagai instansi untuk menunjukkan program kerja mereka langsung ke publik. Dinas Kehutanan memilih pendekatan partisipatif: tidak hanya pameran, tetapi juga aksi nyata lewat pembagian bibit dan edukasi interaktif.