PALANGKA RAYA — General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menyatakan secara umum kondisi fasilitas dan pelayanan bandara masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Meski aktivitas penerbangan terganggu, tiga pilar korporat bandara disebutnya tetap berjalan normal.
"Secara pilar korporat kami, ada tiga yaitu people, process dan premises. Ini berjalan sesuai SOP yang disediakan. Jadi semuanya serviceable," kata I Made Darmawan di Palangka Raya, Rabu.
Petugas dan Fasilitas Bandara Tetap Siaga di Tengah Kabut Asap
Dari sisi sumber daya manusia, para petugas bandara tetap melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Pelayanan terhadap masyarakat dan penumpang juga tetap disiapkan.
Fasilitas di sisi udara yang mendukung proses pendaratan dan lepas landas pesawat tetap dalam kondisi siap digunakan. I Made memastikan seluruh perangkat pendukung operasional tidak mengalami kendala teknis.
Jarak Pandang Tidak Penuhi Batas Keselamatan
Dalam kondisi normal, Bandara Tjilik Riwut memiliki pergerakan penerbangan rutin sekitar delapan keberangkatan dan delapan kedatangan setiap hari. Namun kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara dan Kota Palangka Raya menyebabkan jarak pandang menurun drastis.
Kondisi tersebut membuat sejumlah maskapai memilih untuk sementara tidak mengoperasikan penerbangan atau melakukan no operation. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan keselamatan serta efisiensi operasional.
Penghentian Penerbangan Bersifat Dinamis, Bergantung Kondisi Jarak Pandang
I Made mengatakan kebijakan penghentian sementara penerbangan tersebut bersifat dinamis dan bergantung pada perkembangan kondisi. Sejumlah maskapai menetapkan waktu penghentian yang berbeda-beda.
"Ada yang sampai dengan tanggal 24, ada yang sampai dengan tanggal 26. Ini masih dalam proses pengaturan ataupun perkiraan waktunya," ujarnya.
Penerbangan dapat kembali beroperasi apabila kondisi jarak pandang telah memenuhi batas minimal keselamatan. Data yang konsisten dari pihak terkait, termasuk BMKG, menjadi acuan utama dalam pengambilan keputusan.
Harapan Normalisasi Aktivitas Penerbangan
I Made berharap kondisi segera membaik sehingga seluruh aktivitas penerbangan dan pelayanan masyarakat di Bandara Tjilik Riwut dapat kembali normal.
"Diharapkan ini bisa seperti sediakala, jadi normal kita melayani masyarakat Kalimantan Tengah untuk menuju dan keluar dari Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya," katanya.
Bandara Tjilik Riwut menjadi pintu utama keluar-masuk Kalimantan Tengah. Gangguan operasional akibat kabut asap karhutla berdampak langsung pada mobilitas warga dan pelaku perjalanan dari maupun menuju Palangka Raya.