PALANGKA RAYA — Sebanyak 5.000 paket sembako dengan nilai Rp149.500 per paket ditebus warga Palangka Raya hanya dengan Rp10.000. Paket berisi satu sak beras premium lima kilogram, satu kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan pasar murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan.
Sasaran Penerima: Dari PNS Golongan I hingga Pengemudi Ojol
Program menyasar kelompok masyarakat yang selama ini kerap terdampak fluktuasi harga. Penerima manfaat meliputi PNS golongan I dan II, PPPK penuh waktu dan paruh waktu, tenaga alih daya, tenaga kebersihan, serta pengemudi ojek online portir bandara.
Pengemudi taksi bandara, pengemudi taksi umum, dan buruh pelabuhan juga masuk daftar penerima. Pemerintah provinsi memprioritaskan mereka yang bekerja di sektor informal dan rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.
560 Tabung Elpiji 3 Kg Disediakan Sesuai HET
Selain sembako, warga dapat membeli gas elpiji subsidi tiga kilogram dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di Palangka Raya, yakni Rp22.000 per tabung. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng menyediakan 560 tabung untuk masyarakat penerima manfaat serta pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan.
Penerima elpiji subsidi wajib terdaftar dalam sistem Merchant Apps Pertamina sesuai ketentuan distribusi elpiji bersubsidi yang berlaku. Pendaftaran ini untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
Pasar Murah Bakal Diperluas ke Sejumlah Kabupaten
Pelaksanaan pasar murah tidak hanya berlangsung di Kota Palangka Raya. Pemprov Kalteng siap memperluas program tersebut ke sejumlah kabupaten secara bertahap.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Muara Teweh, Murung Raya, dan Pulang Pisau, bertepatan dengan rangkaian peringatan hari jadi kabupaten masing-masing. Perluasan ini diharapkan menjangkau lebih banyak warga di daerah yang harga kebutuhan pokoknya lebih tinggi dibandingkan ibu kota provinsi.