KALIMANTAN TENGAH — Laga pamungkas Grup L ini menjadi ujian sesungguhnya bagi ketajaman lini depan Inggris. The Three Lions hanya mampu mengemas satu gol dari dua pertandingan sebelumnya, hasil kontras dengan penguasaan bola mencapai 78,8 persen saat ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana.
Skenario Juara Grup: Satu Poin atau Andalkan Kroasia vs Ghana
Empat poin dari kemenangan atas Kroasia (4-2) dan hasil seri kontra Ghana membuat Inggris berada di puncak klasemen. Skenario paling aman adalah meraih kemenangan atas Panama.
Jika hanya bermain imbang, Inggris tetap juara grup selama Kroasia tidak menang atas Ghana dengan selisih dua gol atau lebih. Finis sebagai juara grup menjadi krusial karena berpotensi menghindarkan anak asuh Tuchel dari lawan berat di babak 32 besar.
Panama: Harga Diri dan Gol Perdana di Piala Dunia
Berbeda dengan Inggris, Panama sudah dipastikan menjadi juru kunci grup setelah dua kekalahan beruntun. Tim asuhan Thomas Christiansen hanya kalah tipis 0-1 dari Kroasia, namun kebobolan tiga gol saat berhadapan dengan Ghana.
Catatan sejarah menjadi motivasi tersendiri. Sepanjang partisipasi di putaran final Piala Dunia, Panama baru mencetak dua gol dan kebobolan 13 kali. Satu-satunya pertemuan dengan Inggris berakhir dengan skor telak 6-1 untuk The Three Lions pada edisi 2018.
Kunci Pertandingan: Efektivitas Serangan Inggris vs Pertahanan Mati-matian
Thomas Tuchel menghadapi dilema di lini depan. Dominasi bola yang luar biasa tidak sebanding dengan penyelesaian akhir yang tumpul. Melawan Panama yang tidak lagi mengejar target kelolosan, Inggris diprediksi tetap menguasai permainan.
Namun, Canal Men justru bisa bermain lebih lepas. Tanpa beban target, mereka berpotensi menekan lebih awal untuk mencetak gol pertama dalam sejarah turnamen ini. Jika Inggris lengah, kejutan bisa saja terjadi di MetLife Stadium.