Pencarian

Google dan UC San Diego Ubah 2.000 Pixel Bekas Jadi Server Data Center Murah

Sabtu, 20 Juni 2026 • 23:13:32 WIB
Google dan UC San Diego Ubah 2.000 Pixel Bekas Jadi Server Data Center Murah
Peneliti Google dan UC San Diego ubah 2.000 ponsel Pixel bekas jadi server data center hemat biaya.

KALIMANTAN TENGAH — Peneliti membongkar ponsel Pixel hingga hanya menyisakan motherboard berisi system-on-chip (SoC). Baterai, layar, kamera, speaker, dan casing luar dilepas karena tidak diperlukan untuk tugas komputasi.

Android kemudian diganti dengan sistem operasi berbasis Linux yang biasa dipakai di data center. Platform orkestrasi seperti Kubernetes pun bisa dijalankan di atasnya.

Google Research menyebut langkah ini menghilangkan beban software dari perangkat konsumen sekaligus menghadirkan alat manajemen ala server enterprise.

Performa Setara Server Dual-Socket

Hasil uji benchmark menunjukkan ponsel yang dirilis tiga tahun lalu memiliki skor single-core lebih tinggi dibanding beberapa konfigurasi server tertentu. Sebagai perbandingan, tim menyebut server Asus RS720A-E11 yang bisa dipasangi prosesor AMD EPYC ganda dan GPU Nvidia H200 tetap jauh lebih bertenaga secara keseluruhan.

Meski begitu, 25 hingga 50 ponsel bekas disebut mampu menyamai daya komputasi satu prosesor server dual-socket. Pertanyaan utamanya bukan soal siapa yang lebih cepat, melainkan apakah ponsel bekas bisa memberikan kapasitas komputasi berguna dengan biaya jauh lebih rendah.

20 Ponsel untuk 75 Mahasiswa

Pengujian menunjukkan kluster berisi 20 ponsel mampu menjalankan aplikasi yang dipakai oleh kelas berisi lebih dari 75 mahasiswa. Institusi pendidikan tidak perlu lagi bergantung pada infrastruktur cloud komersial jika memiliki stok perangkat bekas di gudang atau program daur ulang.

Tim peneliti berencana merakit fasilitas berisi sekitar 2.000 ponsel yang diperkirakan bisa mendukung 100 kelas secara bersamaan. Mereka mengklaim pendekatan ini bisa menyediakan sumber daya komputasi untuk institusi pendidikan dengan biaya yang jauh lebih kecil ketimbang membangun infrastruktur tradisional.

Kenaikan harga komponen memori dan penyimpanan dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya penggelaran sistem baru semakin mahal. Alternatif seperti ini menjadi lebih menarik bagi organisasi dengan anggaran terbatas.

Bukan Percobaan Pertama

Upaya memberikan kehidupan kedua pada perangkat mobile sudah pernah dilakukan sebelumnya. Studi-studi terdahulu mengeksplorasi penggunaan ponsel untuk sistem monitoring dan tugas komputasi lain.

Badan antariksa AS (NASA) bahkan memakai prosesor Qualcomm 801 yang dirilis tahun 2014 untuk fungsi navigasi helikopter Ingenuity Mars dan misi Perseverance.

Tim peneliti menargetkan peluncuran platform penuh pada tahun ini. Mereka juga akan mengevaluasi seberapa tahan hardware konsumen jika dioperasikan secara terus-menerus di lingkungan data center.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks