Pencarian

Iran Resmi Laporkan AS ke FIFA Akibat Pembatasan Perjalanan Selama Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 • 22:24:32 WIB
Iran Resmi Laporkan AS ke FIFA Akibat Pembatasan Perjalanan Selama Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Iran resmi melaporkan AS ke FIFA terkait pembatasan perjalanan selama Piala Dunia 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengambil langkah hukum dengan melaporkan panitia lokal Piala Dunia 2026 ke FIFA. Laporan ini diajukan setelah timnas Iran menghadapi apa yang mereka sebut sebagai diskriminasi prosedural selama berada di Amerika Serikat.

Markas Dipindah ke Meksiko, Jadwal Persiapan Berantakan

Iran, yang tergabung dalam Grup B bersama Belgia dan Selandia Baru, awalnya berencana bermarkas di Tucson, Arizona. Namun, rencana itu batal. Tim "Team Melli" terpaksa memindahkan base camp ke Tijuana, Meksiko, lantaran tidak mendapat izin menetap di AS.

Konsekuensinya langsung terasa. Usai laga melawan Selandia Baru, skuad Iran harus segera terbang meninggalkan Los Angeles menuju Meksiko. Seorang juru bicara FFIRI menegaskan bahwa jadwal persiapan turnamen sudah diserahkan jauh-jauh hari, namun tetap dihadang pembatasan sepihak.

Izin Masuk LA Ditolak, Persiapan Melempem

Masalah kian runyam menjelang pertandingan kedua melawan Belgia. Iran berencana terbang dari Tijuana ke Los Angeles dua hari sebelum kick-off untuk adaptasi waktu dan cuaca. Permintaan itu ditolak mentah-mentah.

"Mengingat pertandingan dimainkan pukul 12.00 siang waktu setempat, kami meminta tim diizinkan masuk dua hari sebelumnya. Tujuannya untuk adaptasi, sesi latihan terakhir, dan persiapan akhir. Sekali lagi, permintaan itu ditolak," ujar juru bicara FFIRI kepada AFP.

Kapten Mehdi Taremi dan pelatih Amir Ghalenoei secara terbuka menyebut kondisi ini membuat tim sangat menderita selama turnamen.

Perawatan Pemain di Dalam Pesawat Jadi Bukti

Salah satu anggota staf teknis Iran, Paulo Alexandre Araujo, spesialis performa dan pemulihan tim, membeberkan situasi darurat pasca-laga melawan Selandia Baru. Ia mengaku harus membalut luka pemain di dalam pesawat dalam perjalanan dari Los Angeles ke Tijuana karena tidak ada akses ruang medis yang memadai.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, membela kebijakan tersebut. Ia menegaskan aturan berlaku sama untuk Iran: tim hanya diizinkan masuk satu hari sebelum pertandingan dan harus pergi pada malam hari yang sama.

"Mereka akan melakukannya lagi di Los Angeles," kata Giuliani singkat.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks