KALIMANTAN TENGAH — Laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, itu berjalan sengit sejak peluit pertama. Belanda yang diunggulkan tampil dominan di babak pertama dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Memphis Depay pada menit ke-23. Memanfaatkan umpan terobosan Frenkie de Jong, Depay dengan tenang menaklukkan kiper Jepang, Keisuke Osako.
Gol Kontroversial di Menit Akhir
Jepang tidak tinggal diam. Tim asuhan Hajime Moriyasu terus menekan pertahanan Belanda sepanjang babak kedua. Peluang emas didapat Ritsu Doan pada menit ke-60, namun tendangan kerasnya masih bisa ditepis kiper Belanda, Justin Bijlow.
Upaya Jepang akhirnya membuahkan hasil di masa krusial. Sepak pojok yang dieksekusi Kamada pada menit ke-87 mengenai kepala Weghorst yang sedang berusaha menghalau bola. Bola justru berbelok arah dan masuk ke gawang Bijlow. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Statistik: Dominasi Belanda Tak Cukup
- Penguasaan bola: Belanda 62% – Jepang 38%
- Tembakan tepat sasaran: Belanda 7 – Jepang 5
- Pelanggaran: Belanda 11 – Jepang 14
Dampak ke Klasemen Grup C
Hasil imbang ini membuat Belanda dan Jepang sama-sama mengoleksi satu poin. Mereka kini bersaing ketat dengan Timnas Indonesia yang sebelumnya menahan imbang Australia 0-0 di laga perdana grup. Laga selanjutnya, Belanda akan menghadapi Australia pada 20 Juni, sementara Jepang berjumpa Indonesia pada hari yang sama.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mengakui timnya kehilangan fokus di babak kedua. "Kami mendominasi, tapi satu kesalahan kecil di akhir pertandingan berakibat fatal. Ini pelajaran berharga," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Komentar Moriyasu: Mentalitas Samurai
Di sisi lain, Moriyasu memuji determinasi anak asuhnya. "Kami tidak pernah menyerah meski tertinggal. Para pemain menunjukkan mentalitas samurai sejati. Satu poin ini sangat berharga," katanya. Kamada, yang tampil impresif, menegaskan timnya akan berjuang lebih keras di laga selanjutnya melawan Indonesia.