KALIMANTAN TENGAH — Dalam kunjungan kerja yang berlangsung beberapa waktu lalu, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meninjau tiga titik strategis. Pertama, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Timor Raya Oesapa untuk mengecek langsung kesiapan pelayanan kepada konsumen. Kedua, Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari yang menjadi pusat penyediaan bahan bakar pesawat di Bandara El Tari. Ketiga, Integrated Terminal Tenau yang berfungsi sebagai pusat distribusi BBM untuk wilayah NTT.
Di SPBU Oesapa, Iriawan tidak sekadar memeriksa infrastruktur. Ia juga berdialog dengan masyarakat setempat untuk menyerap masukan terkait kualitas layanan dan ketersediaan BBM. “Pelayanan yang baik kepada konsumen adalah bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Pertamina,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Menjaga Rantai Pasok di Wilayah Timur
Kunjungan ini menyoroti perhatian serius dewan komisaris terhadap rantai distribusi energi di kawasan timur Indonesia. NTT selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang kompleks, mulai dari kondisi kepulauan hingga infrastruktur transportasi yang terbatas. Iriawan menekankan bahwa setiap titik distribusi harus berfungsi optimal agar tidak terjadi hambatan yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kelancaran pasokan di hulu adalah kunci utama kelangsungan pelayanan di hilir,” tegas Iriawan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada penjualan akhir di SPBU, tetapi juga memastikan proses logistik dari kapal pengangkut hingga penyimpanan di terminal berjalan tanpa kendala.
Dampak Langsung bagi Masyarakat dan Penerbangan
Pengecekan di AFT El Tari menjadi perhatian khusus mengingat peran vital bandara tersebut sebagai gerbang udara utama di NTT. Pasokan avtur yang andal akan menjamin kelancaran jadwal penerbangan, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi logistik antarpulau. Sementara itu, ketersediaan BBM di SPBU memastikan aktivitas transportasi darat dan nelayan tidak terganggu.
Dengan adanya pemantauan langsung dari komisaris utama, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pelayanan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang selama ini dianggap sebagai ujung tombak distribusi energi nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor dan masyarakat terhadap kinerja BUMN migas tersebut ke depannya.