KALIMANTAN TENGAH — Sufmi Dasco Ahmad menyebut penurunan harga saham sebagai peluang, bukan ancaman. “Ya, sebenarnya kan BUMN dan swasta-swasta yang proyek-proyeknya strategis itu kan fundamentalnya kuat,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).
Menurut politisi itu, aksi buyback yang dilakukan perusahaan pelat merah dan swasta merupakan respons yang wajar. “Nah, sehingga kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali,” jelas Dasco.
IHSG Mulai Rebound, Optimisme Kembali Tumbuh
Pernyataan Dasco seiring dengan perbaikan IHSG yang pada Rabu (10/6) ditutup menguat 155,728 poin atau 2,71% ke level 5.902,376. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menilai pemulihan ini menjadi sinyal positif.
“IHSG membaik dua hari ini, jadi kita harus optimis terus menjaga. Karena semuanya transparan, menjadi clear buat masyarakat. Jadi ini momentum yang baik untuk kembali kita rebound ya,” kata Dony kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Rabu (10/6).
Buyback: Mekanisme Wajar saat Harga Saham Terdiskon
Dony menjelaskan bahwa buyback merupakan mekanisme lazim ketika harga saham perusahaan berada jauh di bawah nilai fundamentalnya. Banyak saham BUMN saat ini diperdagangkan pada level yang tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
“Tentunya melihat bahwa sangat strategis kemudian ketika membeli kembali atau melakukan transaksi pembelian pada saat keadaan pasar seperti kemarin,” lanjut Dasco. Dalam situasi seperti itu, aksi pembelian kembali saham justru dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun pemegang saham.
Langkah buyback ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa fundamental perusahaan tetap solid, sekaligus menopang stabilitas pasar di tengah volatilitas yang masih terjadi.