Pencarian

Google Bayar SpaceX Rp 14,7 Triliun per Bulan demi Pasokan GPU Nvidia, IPO Elon Musk Makin Gencar

Minggu, 07 Juni 2026 • 00:11:31 WIB
Google Bayar SpaceX Rp 14,7 Triliun per Bulan demi Pasokan GPU Nvidia, IPO Elon Musk Makin Gencar
Google dan SpaceX menjalin kemitraan multi-tahun untuk pasokan 110.000 unit GPU Nvidia mulai 2026.

SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, resmi mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Google untuk menyediakan kapasitas komputasi. Kesepakatan yang mulai berlaku Oktober 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga Juni 2029 ini mencakup 110.000 unit GPU Nvidia, lengkap dengan CPU, memori, dan seluruh komponen yang diperlukan untuk pemrosesan AI. Dengan kurs estimasi Rp 16.000 per dolar AS, nilai kontrak ini setara Rp 14,7 triliun per bulan.

GPU Bertahap, Ada Jaring Pengaman untuk Google

Seluruh kapasitas 110.000 GPU tidak akan dikirim sekaligus. Google akan membayar biaya bulanan yang lebih rendah secara bertahap seiring SpaceX menambahkan server rack hingga batas waktu 30 September 2027. Jika SpaceX gagal memenuhi target jumlah GPU pada tanggal tersebut plus masa tenggang satu bulan, Google berhak membatalkan kontrak atau menerima jumlah GPU yang tersedia dengan pengurangan biaya proporsional.

Kedua pihak juga diberi opsi untuk membatalkan kesepakatan setelah 31 Desember 2027, dengan syarat memberi pemberitahuan 90 hari ke pihak lawan. Struktur kontrak ini menunjukkan Google tetap memegang kendali meski menggantungkan pasokan GPU pada SpaceX.

Dua Kontrak Raksasa dalam Hitungan Minggu

Ini adalah kesepakatan besar kedua yang diraih SpaceX dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, perusahaan AI Anthropic mengamankan seluruh daya komputasi pusat data Colossus 1 milik SpaceX pada awal Mei. Langkah itu mengejutkan banyak pihak karena Colossus 1 adalah salah satu aset paling bergengsi SpaceX—pusat data yang Elon Musk klaim dibangun hanya dalam 19 hari.

Namun, kecepatan pembangunan Colossus 1 ternyata meninggalkan masalah. Pusat data itu memiliki campuran GPU H100, H200, dan GB200. Akibatnya, GPU GB200 yang lebih cepat sering menunggu GPU lawas yang lebih lambat untuk menyelesaikan setiap langkah komputasi—inefisiensi yang membuatnya kurang ideal untuk melatih model AI. Anthropic pun mengalihkan penggunaannya untuk inferensi (menjalankan model) demi memenuhi permintaan basis pengguna yang terus membesar.

Nilai Kontrak Lampaui Pendapatan Starlink dan Peluncuran Rokok

Reuters memperkirakan dua kontrak ini akan menghasilkan lebih dari 25 miliar dolar AS per tahun bagi SpaceX. Angka itu melampaui total pendapatan SpaceX pada 2025 yang berasal dari Starlink, jasa peluncuran satelit, dan AI yang diperkirakan kurang dari 20 miliar dolar AS. Dengan total nilai kontrak lebih dari 70 miliar dolar AS, kesepakatan ini menjadi pendorong utama menjelang IPO SpaceX yang ditargetkan pada 12 Juni 2026 dengan valuasi 1,75 triliun dolar AS.

Dari Roket ke Pusat Data Orbit: Strategi Baru SpaceX

SpaceX yang selama ini dikenal sebagai perusahaan eksplorasi antariksa dan penyedia internet satelit Starlink, kini aktif berekspansi ke pusat data orbital. Perusahaan telah mengakuisisi xAI awal tahun ini untuk mewujudkan ambisi tersebut dan telah mengajukan dokumen ke Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) yang merinci rencana pusat data di luar angkasa. Google dikabarkan juga tengah menjajaki kerja sama dengan SpaceX untuk bagian dari proyek pusat data orbital ini.

Kesepakatan ini menunjukkan pergeseran besar bisnis SpaceX: dari penyedia infrastruktur antariksa menjadi penyedia daya komputasi raksasa untuk industri AI global—sebuah lompatan yang akan diuji saat sahamnya mulai diperdagangkan di bursa tahun depan.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks