JAKARTA — Rumah Sakit Kanker Dharmais resmi mengoperasikan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) untuk memperkuat layanan diagnostik presisi, khususnya bagi pasien kanker payudara, kanker paru, dan Leukemia Limfositik Kronis (CLL). Teknologi ini memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif, baik dari sampel jaringan maupun darah pasien.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan diagnostik presisi menjadi krusial karena karakteristik kanker setiap pasien berbeda. "Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi," ujarnya.
Deteksi 45 Mutasi Gen pada Kanker Payudara dan Paru
Implementasi NGS mencakup tiga jenis kanker dengan jumlah mutasi gen yang terdeteksi berbeda. Pada kanker payudara tipe HR+/HER2- dan kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC) adenokarsinoma, teknologi ini mampu mengidentifikasi hingga 45 jenis mutasi gen. Sementara itu, untuk CLL, NGS mendeteksi 23 jenis mutasi gen.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik RS Kanker Dharmais dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa dengan informasi molekuler yang lebih lengkap, dokter bisa memahami karakteristik penyakit secara lebih mendalam. "Mempercepat penentuan strategi pengobatan, serta mendukung keputusan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran," kata Eka.
Kanker Paru Stadium Lanjut Jadi Prioritas Pemeriksaan
Dokter spesialis paru konsultan onkologi toraks Dr. dr. Arif Riswahyudi Hanafi, Sp.P(K) Onk, menekankan pentingnya informasi biomarker bagi pasien kanker paru yang ter