KALIMANTAN TENGAH — Pernyataan itu disampaikan Tarik dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pelatih asal Maroko tersebut menilai pertandingan persahabatan memiliki esensi yang berbeda dari laga kompetitif.
Evaluasi Tim Lebih Krusial dari Sekadar Kemenangan
Menurut Tarik, periode FIFA Matchday ini adalah waktu yang tepat untuk mengasah kemampuan kolektif dan individu para pemainnya. Ia ingin melihat sejauh mana timnya bisa berkembang dan menjadi lebih solid.
"Hasil akhir tidak selalu menjadi tolok ukur kesuksesan," ujar mantan pelatih timnas Maroko itu. Ia menekankan progres permainan di lapangan adalah prioritas utama.
Agenda Besar Menanti: Piala Teluk hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030
Fokus jangka panjang menjadi alasan di balik pernyataan Tarik. Oman memiliki sederet agenda penting yang sudah menanti dalam waktu dekat dan beberapa tahun ke depan.
- Piala Teluk Arab 2026: Persiapan matang sedang dilakukan untuk turnamen regional ini.
- Piala Asia 2027: Kompetisi bergengsi antarnegara Asia menjadi target utama berikutnya.
- Kualifikasi Piala Dunia 2030: Target jangka panjang yang membutuhkan fondasi tim yang kokoh sejak sekarang.
Tarik menganggap setiap pertandingan, termasuk melawan skuad Garuda, adalah sarana persiapan yang sangat berharga. Ia ingin memastikan armadanya siap secara mental dan taktis.
Serius tapi Adaptif: Oman Incar Keuntungan Taktis
Meski tidak mengutamakan skor, Tarik menegaskan timnya akan tetap tampil serius dan profesional. Target kemenangan tetap diburu untuk menjaga tren positif.
"Kami akan berusaha mencuri sebanyak mungkin keuntungan taktis dari laga ini," tegasnya. Kemenangan tetap menjadi komitmen untuk memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.
Laga uji coba ini menjadi momentum penting bagi Oman untuk mematangkan strategi sebelum terjun ke kompetisi yang lebih kompetitif. Indonesia dijadikan lawan uji yang ideal untuk mengukur kesiapan tim.