KALIMANTAN TENGAH — Cagliari hanya butuh satu poin untuk mengunci status Serie A setelah kekalahan 2-0 dari Udinese. Namun, mereka justru tampil penuh tekanan di awal laga. Pelatih Claudio Ranieri harus kehilangan Ze Pedro karena akumulasi kartu, sementara Mattia Felici, Leonardo Pavoletti, Luca Mazzitelli, dan Riyad Idrissi masih berkutat dengan cedera.
Gol Spektakuler Obrador Hanya Bertahan 60 Detik
Torino, yang juga tanpa Gvidas Gineitis (skorsing) serta Tino Anjorin, Ardian Ismajli, dan Zarakia Aboukhlal (cedera), justru tampil efektif. Marco Palestra merepotkan Alberto Paleari lewat beberapa kali sprint di sisi kanan, sementara Giovanni Simeone dua kali membuang peluang emas—termasuk tembakan melambung dari jarak tujuh yard.
Namun, gol justru lahir dari situasi yang tidak terduga. Adam Obert melakukan kesalahan yang nyaris dimanfaatkan Simeone, sebelum Yerry Mina melakukan tekel penyelamat. Dari sepak pojok, Obrador melepaskan tembakan jarak jauh dengan power dan efek melengkung yang bersarang di tiang dekat atas gawang Cagliari. Skor 1-0 untuk Torino di menit ke-38.
Balerio Cagliari: Dua Gol Balasan dalam 15 Menit
Keunggulan Torino hanya bertahan semenit. Sebastiano Esposito menerima bola dengan membelakangi gawang di area D, memutar badan, dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut jauh tiang bawah. Skor berubah 1-1 di menit ke-39.
Momentum sepenuhnya berpihak ke tuan rumah. Memasuki masa injury time babak pertama, Gabriele Zappa memaksa Paleari melakukan penyelamatan akrobatik di tiang dekat. Namun, bola muntah langsung disambar Mina dan bergulir melewati garis gawang. Cagliari berbalik unggul 2-1 di menit ke-45+3.
Caprile Selamatkan Cagliari dengan Penyelamatan Kaki
Di babak kedua, Cagliari hampir memperlebar keunggulan lewat sundulan Paul Mendy yang meleset tipis. Namun, Torino nyaris menyamakan kedudukan ketika Che Adams melepaskan voli di tiang belakang. Kiper Elia Caprile bereaksi luar biasa dengan menepis bola menggunakan kakinya.
Kemenangan ini memastikan Cagliari finis di atas zona degradasi Serie A musim ini. Bagi Torino, kekalahan ini tidak mengubah posisi aman mereka di papan tengah. Fokus Cagliari kini beralih ke musim depan dengan status sebagai tim Serie A, terlepas dari performa kurang meyakinkan di laga-laga sebelumnya.