MUARA TEWEH — Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyalurkan bantuan pendidikan Program SIPintar kepada perwakilan siswa SDN 1 Benangin V, Kecamatan Teweh Timur. Bupati Shalahuddin menyerahkan langsung bantuan itu dalam rangkaian Safari Jumat, yang juga mencakup peninjauan Operasi Pasar Murah dan kunjungan lapangan.
Di SDN 1 Benangin V, tercatat 57 siswa menjadi penerima bantuan SIPintar. Penyerahan secara simbolis diwakili 11 siswa, terdiri dari enam penerima SIPintar Juara dan lima penerima SIPintar Peduli.
Untuk SIPintar Juara jenjang SD/MI, bantuan diberikan berdasarkan peringkat prestasi. Peringkat pertama menerima Rp500 ribu, peringkat kedua Rp400 ribu, dan peringkat ketiga Rp300 ribu.
Sementara SIPintar Peduli diberikan sebesar Rp300 ribu per siswa per tahun bagi penerima yang memenuhi ketentuan program.
Shalahuddin menyebut bantuan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Barito Utara.
"Bantuan ini kita harapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan keluarga. Yang paling penting, anak-anak kita terus memiliki semangat untuk belajar, berprestasi, dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik," kata Shalahuddin usai kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik menjelaskan, penerima SIPintar Juara di Barito Utara pada tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 4.395 siswa. Rinciannya, 3.539 siswa jenjang SD/MI negeri dan swasta serta 856 siswa SMP/MTs negeri dan swasta.
Anggaran SIPintar Juara Semester I tercatat Rp1,946 miliar. Untuk SIPintar Peduli, penerima mencapai 3.064 siswa, terdiri dari 1.882 siswa jenjang SD dengan anggaran Rp564,6 juta dan 1.182 siswa jenjang SMP dengan anggaran Rp354,6 juta. Total anggaran SIPintar Peduli Rp1,1811 miliar.
"Program ini kita harapkan dapat mendorong siswa untuk terus berprestasi sekaligus memberikan perhatian kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan," kata Iman Topik.
Shalahuddin menegaskan, perhatian terhadap pendidikan tidak hanya berupa bantuan kepada peserta didik. Pemerintah daerah juga mendukung sarana dan prasarana pendidikan.
"Pembangunan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya membantu siswa, tetapi juga memastikan sarana pendidikan dan lingkungan belajar terus kita tingkatkan," katanya.
Untuk pembangunan fisik sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di Kecamatan Teweh Timur pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp10 miliar.
Dinas Pendidikan juga menyalurkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada sejumlah satuan pendidikan. Penerimanya antara lain TKN Harapan Bunda, TK Pertiwi, dan TK Eray Juus.
Iman Topik menambahkan, pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan terus dilakukan di berbagai wilayah Barito Utara, termasuk Teweh Timur.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan pendidikan, baik bantuan peserta didik, sarana prasarana maupun pembangunan fisik sekolah, dapat ditangani secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran," katanya.