Kemenag Buka PPSL 2026 untuk Dosen, Syarat IPK Minimal 3,25 dan TOEFL ITP 550

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 18 September 2026 | 21:29:31 WIB

Kementerian Agama RI membuka Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026 khusus dosen tetap perguruan tinggi keagamaan, dengan pendaftaran berlangsung 16-23 September 2026. Program tiga bulan ini menjadi tahap persiapan sebelum dosen mendaftar beasiswa S3 ke luar negeri, bukan beasiswa S3 itu sendiri.

JAKARTA — Kementerian Agama RI resmi membuka pendaftaran Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026, program kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Program ini menyasar dosen tetap di perguruan tinggi keagamaan Islam dan perguruan tinggi keagamaan lainnya yang berencana melanjutkan studi doktor ke luar negeri.

Pendaftaran dibuka 16-23 September 2026 melalui laman pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Pengumuman peserta terpilih dijadwalkan 28 September 2026, dan pelaksanaan program berlangsung 1 Oktober hingga 30 Desember 2026.

Siapa yang Boleh Mendaftar PPSL 2026?

Program ini terbuka bagi dosen tetap di UIN, IAIN, STAIN negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Status dosen tetap wajib dibuktikan dengan NIDN atau NUPTK.

Ada sejumlah syarat administratif dan akademik yang harus dipenuhi pelamar. Berikut rinciannya:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia maksimal 45 tahun per 31 Desember 2026
  • Lulusan magister (S2), belum pernah menempuh program doktor (S3)
  • IPK magister minimal 3,25 dari skala 4,00
  • Berstatus dosen tetap perguruan tinggi keagamaan (dibuktikan NIDN/NUPTK)
  • Surat rekomendasi dari pimpinan institusi
  • Proposal penelitian disertasi 1.000-1.500 kata berbahasa Inggris
  • Pakta integritas bermeterai Rp10.000
  • Sertifikat bahasa Inggris berlaku maksimal 2 tahun: TOEFL ITP minimal 550 atau IELTS minimal 6,0

Benefit yang Diterima Peserta Terpilih

Peserta yang lolos seleksi akan menerima pendanaan program, dana hidup bulanan, biaya tes bahasa Inggris atau IELTS, serta transportasi sesuai ketentuan yang berlaku. Program digelar di dua kampus: UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Perlu ditegaskan, PPSL bukan beasiswa S3. Program ini adalah tahap persiapan sebelum dosen mendaftar beasiswa studi doktor ke luar negeri. Peserta yang menyelesaikan program tetap harus melalui proses seleksi beasiswa S3 secara terpisah.

Bedanya PPSL dengan Beasiswa S3 Luar Negeri

Banyak yang keliru menganggap PPSL sebagai jalur langsung mendapat beasiswa doktor. Faktanya, program ini berfungsi sebagai pembekalan awal — mulai dari penguatan proposal penelitian, kesiapan bahasa Inggris, hingga pemahaman proses aplikasi ke universitas luar negeri.

Durasi tiga bulan dirancang untuk mematangkan kesiapan akademik dosen sebelum bersaing di seleksi beasiswa yang sesungguhnya. LPDP sebagai mitra penyelenggara memiliki skema pembiayaan tersendiri untuk studi doktor yang harus diikuti secara terpisah.

Dosen yang berminat disarankan segera menyiapkan dokumen persyaratan, terutama sertifikat TOEFL ITP atau IELTS yang masih berlaku. Informasi lengkap dan booklet panduan dapat diakses di s.id/Booklet_PPSL2026.

Ringkasan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026

PenyelenggaraKementerian Agama RI & LPDP Kemenkeu
SasaranDosen tetap perguruan tinggi keagamaan (persiapan S3 luar negeri)
Pendaftaran16 – 23 September 2026
Pengumuman28 September 2026
Pelaksanaan1 Oktober – 30 Desember 2026 (3 bulan)

Pendaftaran online di pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Booklet informasi lengkap tersedia di s.id/Booklet_PPSL2026.

Reporter: Redaksi
Back to top