KALIMANTAN TENGAH — Penilaian itu disampaikan Syauki dalam sesi wawancara di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Menurutnya, ketiga negara tersebut punya kualitas skuad yang mumpuni dan menjadi ancaman nyata bagi ambisi Indonesia meraih medali emas.
Syauki menyebut Filipina sebagai lawan terberat, disusul Myanmar dan Malaysia. Ketiganya dianggap punya kedalaman skuad dan pengalaman bertanding di level internasional.
"Menurut aku nomer satunya ada di Filipina masih. Nomer duanya ada di Myanmar. Nomer tiganya Malaysia," kata Syauki.
Peta persaingan ini penting bagi pelaku esports Tanah Air. Sebab, performa ketiga negara itu kerap menjadi penentu apakah Indonesia bisa menembus posisi puncak atau harus puas di bawahnya.
Meski menghadapi lawan berat, Syauki tetap percaya diri bisa membawa pulang medali emas. Ia menilai skuadnya sudah mengalami peningkatan menjelang pertandingan.
Target pribadinya lebih spesifik: memecahkan rekor dengan menjadikan Indonesia nomor satu di Mobile Legends. Ia mengaku sudah lama melihat nama Indonesia selalu berhenti di peringkat dua atau tiga.
"Kalau misalkan target dari diri sendiri, aku pengen emas karena lagi percaya diri banget. Sebenarnya aku lebih tepatnya pengen ada nomor satu aja sih di Indonesia. Soalnya udah lama gak ada nama Indonesia gitu di nomor satu nya. Iya soalnya Indonesia selalu ada di nomor 2, 3, kayak gitu. Aku pengen yang mecahin gitu loh. Aku ini sebagai Syauki ada di nomor satu dari Indonesia," kata Syauki.
Dukungan penggemar turut mendorong semangat Syauki menyabet medali emas. Ia mengungkapkan, pendukung yang datang bukan hanya dari penggemar timnya, tetapi juga dari tim lain.
"Jadi kayak ada fans dari tim lain yang tiba-tiba ngesupport aku buat bawa nama Timnas. Jujur kalau dari aku semakin banyak fans tuh semakin banyak motivasi sih. Bukan terbebani karena menurut aku kalau misalkan terbebani tuh bisa berdampak jelek buat diri kita sendiri," jelas Syauki.
Baginya, tekanan berlebih justru berpotensi merugikan performa. Ia memilih menjadikan dukungan tersebut sebagai bahan bakar, bukan beban.
Timnas Esports Indonesia memasang target realistis di Asian Games 2026. Untuk nomor eFootball, targetnya adalah medali emas.
Sementara PUBG Mobile, Gran Turismo 7, dan Mobile Legends ditargetkan meraih perak. Adapun Naraka, Identity, Honor of Kings, dan Pokemon Unite diproyeksikan menyumbang perunggu.
Pertandingan Mobile Legends di Asian Games 2026 akan menjadi ujian bagi Syauki dan rekan-rekannya. Hasilnya menentukan apakah mereka mampu melampaui target atau justru pulang tanpa medali.