Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 400 Meter

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 14 September 2026 | 18:37:01 WIB
Gunung Ili Lewotolok erupsi pagi ini dengan tinggi kolom abu 400 meter di atas puncak.

KALIMANTAN TENGAH — Erupsi Gunung Ili Lewotolok terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 50 detik. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat, berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Tinggi kolom abu 400 meter di atas puncak setara 1.823 meter di atas permukaan laut. Angka ini menjadi acuan utama bagi warga dan wisatawan yang berencana beraktivitas di sekitar kawasan gunung.

Rekam Jejak Erupsi Sepanjang 2026

MAGMA Indonesia mencatat 4.628 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.808 letusan, sementara Gunung Ili Lewotolok tercatat 123 kali erupsi.

Frekuensi erupsi Ili Lewotolok dalam sepekan terakhir mencapai dua kali. Data ini menunjukkan aktivitas vulkanik gunung setinggi 1.423 meter tersebut masih fluktuatif dan perlu dipantau berkala.

Data Kegempaan 14 September 2026

Pengamatan kegempaan pada 14 September 2026 pukul 00.00–23.59 WITA mencatat 336 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 16,6–40 milimeter dan lama gempa 27–147 detik. Selain itu, tercatat 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 11,1 mm dan lama gempa 70 detik.

Sebanyak 64 kali gempa hembusan juga terdeteksi dengan amplitudo 11,1–40 milimeter dan lama gempa 26–56 detik. Dominasi gempa letusan mengindikasikan suplai magma ke permukaan masih aktif.

Zona Larangan dan Radius Aman

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, agar tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Larangan serupa berlaku untuk radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Bagi traveler yang tengah merencanakan perjalanan ke Flores dan Lembata, pantau status gunung via aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi PVMBG sebelum berangkat. Informasi terkini juga dapat dikonfirmasi melalui pos pengamatan gunung api setempat.

Dampak bagi Rute Wisata Lembata

Lembata dikenal sebagai gerbang menuju wisata bahari seperti Pantai Pasir Putih Wairiang dan Danau Tiga Warna Kelimutu di Flores. Abu vulkanik berintensitas sedang dapat memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara di sekitar kaki gunung.

Wisatawan disarankan menyiapkan masker N95 dan memantau arah angin harian. Jika kolom abu mengarah ke barat, area di sisi barat gunung berpotensi terdampak lebih dulu.

Durasi ideal untuk memantau perkembangan erupsi adalah 1–2 hari sebelum keberangkatan. Status Level II (Waspada) bisa naik atau turun sewaktu-waktu, jadi fleksibilitas jadwal jadi kunci.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top