IHSG Dibuka Turun 11,25 Poin ke 6.532, Harga Minyak Dunia Jadi Sentimen Utama

Penulis: Redaksi  •  Senin, 14 September 2026 | 11:15:01 WIB
IHSG dibuka melemah 11,25 poin ke level 6.532,66 pada Senin (14/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 11,25 poin atau 0,17% ke level 6.532,66 pada perdagangan Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Pelemahan ini melanjutkan tekanan jual yang terjadi sejak akhir pekan lalu, ketika lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pasar saham domestik.

JAKARTA — Dari 247 saham yang naik, 182 saham turun, dan 268 saham stagnan, hanya tiga indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin dengan kenaikan 0,27%, disusul sektor barang konsumen non-siklikal naik 0,12%, dan sektor properti naik tipis 0,01%.

Delapan sektor lainnya berada di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang turun 1,55%, sektor transportasi turun 1%, dan sektor infrastruktur turun 0,88%.

Total volume perdagangan pagi ini mencapai 1,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp814,12 miliar.

Tekanan Jual Berlanjut Usai Koreksi Jumat

Koreksi pagi ini bukan tanpa jejak. Pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026), IHSG sudah terkoreksi 0,73% ke level 6.541. Tekanan jual saat itu masih didominasi kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak dunia.

Harga minyak yang melonjak memicu kekhawatiran baru bagi pasar saham Indonesia. Investor mulai menghitung ulang risiko inflasi dan biaya energi yang bisa menekan kinerja emiten di sektor transportasi dan infrastruktur.

Dua sektor itu memang menjadi yang paling tertekan pagi ini. Sektor transportasi turun 1% dan infrastruktur turun 0,88%, mencerminkan respons langsung pasar terhadap sentimen harga minyak.

Saham Tambang dan Energi Jadi Sorotan

Di jajaran top gainers LQ45, tiga saham berhasil mencatat kenaikan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) memimpin penguatan pagi ini.

Sebaliknya, top losers LQ45 diisi oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Antam (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Ketiganya bergerak di sektor pertambangan yang pagi ini tertekan oleh pelemahan sektor barang baku.

Kombinasi saham energi di zona hijau dan saham tambang di zona merah menunjukkan pasar sedang memilah dampak harga minyak terhadap masing-masing emiten.

Level Support dan Resistance IHSG

Secara teknikal, level support IHSG saat ini berada di 6.448 dan 6.318. Sementara level resistance berada di 6.633 dan 6.705.

Pergerakan pagi ini masih berada dalam rentang tersebut. Posisi 6.532,66 berada di atas support terdekat, tetapi belum cukup kuat untuk mendekati resistance pertama di 6.633.

Investor akan mencermati apakah tekanan jual berlanjut hingga sesi penutupan atau ada rebound setelah data transaksi pagi ini selesai dihimpun.

Data IHSG Pukul 09.00 WIB, Senin 14 September 2026

Level6.532,66 (melemah 11,25 poin / 0,17%)
Saham naik / turun / stagnan247 / 182 / 268
Sektor hijauPerindustrian +0,27%, Konsumen Non-Siklikal +0,12%, Properti +0,01%
Sektor merah terdalamBarang Baku −1,55%, Transportasi −1%, Infrastruktur −0,88%
Volume & nilai transaksi1,61 miliar saham, Rp814,12 miliar
Top gainers LQ45AMMN (Amman Mineral), MEDC (Medco Energi), UNTR (United Tractors)
Top losers LQ45MDKA (Merdeka Copper Gold), ANTM (Antam), NCKL (Trimegah Bangun Persada)
Penutupan Jumat (11/9)6.541 (melemah 0,73%)

Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sepanjang sesi perdagangan. Bukan rekomendasi investasi.

Reporter: Redaksi
Back to top