KALIMANTAN TENGAH — Universitas Jilin di China timur laut memperkenalkan gambar tiga dimensi Equus ovodovi, kuda purba yang selama lebih dari 100 tahun hanya dikenal dari serpihan rahang dan gigi. Rekonstruksi ini menjadi visualisasi pertama yang menampilkan bentuk lengkap spesies tersebut.
Kuda purba itu digambarkan sebagai makhluk berbulu cokelat dengan ukuran hampir setara keledai. Proyek ini dikerjakan laboratorium bioarkeologi Universitas Jilin bersama Evolutio LLC, perusahaan asal Amerika Serikat.
Fosil Equus ovodovi diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun dan pertama kali ditemukan di sebuah gua di Siberia barat daya, Rusia. Saat ditemukan, hanya tersisa serpihan rahang dan gigi tanpa tengkorak utuh.
Dalam beberapa dekade berikutnya, fosil terkait ditemukan di Amerika Utara, Afrika, Siberia, dan China timur laut. Karena yang tersisa hanya potongan tulang tersebar, identitas dan penampilan hewan ini tetap menjadi misteri selama lebih dari satu abad.
Titik terang muncul pada 2022. Peneliti China dari Universitas Jilin dan Northwest A&F University di Provinsi Shaanxi berhasil mengekstrak data gen berkualitas tinggi dari fosil tersebut.
Berdasarkan data itu, pada 2026 mereka bekerja sama dengan ilmuwan AS untuk membandingkan fosil dengan spesies hidup, seperti keledai liar Asia dan kuda domestik. Tim kemudian merekonstruksi kerangka, membangun struktur otot, hingga menyusun kembali rupa lengkap hewan tersebut.
Studi ini mengungkap bahwa Equus ovodovi merupakan garis keturunan keempat yang independen dalam pohon keluarga kuda, sejajar dengan kuda, zebra, dan keledai. Spesies ini diperkirakan terpisah dari garis utama sekitar 2,7 juta hingga 2,3 juta tahun lalu.
Secara genetik, hewan ini lebih dekat dengan keledai dan zebra dibandingkan kuda domestik. Penelitian juga menyebut kuda purba ini bertahan hingga Zaman Perunggu sebelum akhirnya punah.
Peneliti utama Cai Dawei dari Universitas Jilin mengatakan data gen hanya dapat menjelaskan apa hewan itu dan kapan ia menghilang. Menurutnya, penggabungan bukti tulang dan bentuk tubuh melengkapi pemahaman ilmuwan tentang spesies punah tersebut.
"Para ilmuwan dapat memahami spesies yang telah punah ini sebagai organisme yang utuh, mulai dari kerangkanya hingga penampilan fisiknya," ucap Dawei.
Universitas Jilin menyebut proyek itu telah membentuk rantai penelitian yang utuh, mulai dari DNA purba hingga visualisasi ilmiah. Evolutio LLC menyatakan seluruh tahapan kerja didasarkan pada data ilmiah yang dapat diverifikasi, dan model yang dihasilkan dapat dipakai untuk riset maupun edukasi sains.
Rekonstruksi ini hadir di tengah momentum Tahun Kuda dalam zodiak China pada 2026. Tim gabungan berharap hasilnya membuat publik bisa memahami secara lebih intuitif kuda purba yang pernah hidup berdampingan dengan manusia.