DPRD Seruyan Minta Disdik Kaji Dampak Kabut Asap Karhutla terhadap Aktivitas Sekolah di Wilayah Hulu

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Minggu, 13 September 2026 | 11:46:01 WIB
Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo meminta Dinas Pendidikan mengkaji dampak kabut asap karhutla terhadap kegiatan belajar mengajar.

DPRD Seruyan, Kalimantan Tengah, menindaklanjuti laporan kabut asap karhutla yang menutupi sebagian wilayah hulu atau Dapil II setempat. Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo meminta Dinas Pendidikan mengkaji kondisi udara karena dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Laporan warga soal udara tidak sehat itu sudah disampaikan ke Sekda saat rapat sebelumnya.

KUALA PEMBUANG — Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengungkapkan laporan dari warga Dapil II soal kabut asap yang menutupi langit wilayah hulu sudah diterima beberapa hari terakhir. Kondisi itu, kata dia, ikut memengaruhi kualitas udara dan aktivitas harian warga, termasuk kegiatan sekolah.

Zuli Eko menyampaikan hal itu di Kuala Pembuang, Jumat, usai menerima aspirasi dari anggota dewan daerah pemilihan hulu. Ia mengaku sudah meneruskan laporan tersebut ke Sekretaris Daerah saat rapat bersama.

Dinas Pendidikan Diminta Lakukan Kajian Kondisi Udara

Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Pendidikan diminta mempertimbangkan kondisi udara yang memburuk di wilayah hulu. Zuli Eko menekankan kajian itu penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dampak asap karhutla.

"Dari teman-teman di Dapil II menyampaikan kondisi itu agar ada pertimbangan tentunya itu. Jadi dikaji dari Dinas Pendidikan itu seperti apa terkait dengan kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu di Seruyan," jelasnya.

Politisi PDI-Perjuangan ini menilai udara yang tidak normal membuat warga tidak nyaman. Menurutnya, kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut aktivitas sehari-hari masyarakat.

Karhutla Disebut Jadi Tanggung Jawab Bersama

Zuli Eko mendorong semua pihak ikut menangani kebakaran hutan dan lahan di kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hatantiring itu. Ia menegaskan penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan ke satu instansi.

"Tidak normal itu tidak nyaman, jadi sekarang inikan tidak normalnya karena kabut asap. Dan ini menjadi tugas kita bersama untuk menghilangkan ketidaknyamanan dari kabut asap ini," ajaknya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Seruyan soal hasil kajian yang diminta DPRD. Begitu pula dari Sekretariat Daerah terkait tindak lanjut laporan warga Dapil II.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top