Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau dua fasilitas pendidikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk memastikan keselamatan siswa di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan. Dalam kunjungan Kamis (10/9), Wapres menegaskan penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara serta kesehatan siswa.
PALANGKA RAYA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi dua fasilitas pendidikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kunjungan itu untuk memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas utama di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kedua provinsi.
Wapres menyebut anak-anak sebagai kelompok rentan yang harus mendapat perlindungan ekstra dari dampak buruk kabut asap. Ia menekankan sekolah dan pemerintah daerah tidak boleh menunggu kondisi memburuk sebelum mengubah metode pembelajaran.
Gibran meminta sekolah dan pemerintah daerah bergerak cepat menyesuaikan kegiatan belajar jika kualitas udara di wilayah terdampak semakin memburuk. Penyesuaian mencakup metode maupun waktu belajar.
"Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa," kata Gibran dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembatasan kegiatan luar ruangan selama masa tanggap darurat asap. Penggunaan masker bagi seluruh peserta didik diminta tetap diterapkan.
Selain fleksibilitas jam belajar, Wapres meminta sekolah memaksimalkan fasilitas kesehatan internal. Langkah ini untuk mengantisipasi siswa yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Gibran mendorong penguatan koordinasi antara pihak sekolah dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penanganan medis diharapkan bisa dilakukan secepat mungkin begitu ada siswa yang menunjukkan gejala.
"Aktifkan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan kolaborasikan dengan puskesmas terdekat, agar siswa yang sakit bisa segera tertangani," ucapnya.
Kunjungan Wapres ke Palangka Raya dan Banjarbaru menegaskan komitmen pemerintah menjaga keberlangsungan pendidikan anak di tengah situasi krisis lingkungan. Pemerintah memastikan langkah pemadaman titik api di lapangan berjalan sejajar dengan perlindungan keselamatan warga, khususnya generasi muda.
Bagi sekolah di wilayah terdampak, arahan Wapres ini menjadi dasar untuk menyesuaikan jadwal belajar tanpa menunggu instruksi lanjutan. Koordinasi dengan puskesmas terdekat menjadi kunci agar siswa yang mengalami gangguan pernapasan bisa segera ditangani.