Prabowo Dorong Danantara-RDIF Biayai Proyek Bankable, Target Terukur Jadi Syarat

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 05 September 2026 | 08:53:01 WIB
Prabowo dorong Danantara dan RDIF beralih ke pembiayaan proyek bankable dengan target terukur.

KALIMANTAN TENGAH — Dorongan ini disampaikan Prabowo di hadapan para pelaku bisnis dan pemimpin negara di Vladivostok, Rusia. Danantara, yang disebutnya baru didirikan dengan aset kelolaan sekitar US$1 triliun, dinilai bisa menjadi jembatan yang mempertemukan pasar modal kedua negara.

"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu," ujar Prabowo dalam pidato yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Dari Identifikasi Peluang Menuju Pembiayaan Proyek

Prabowo secara spesifik menggarisbawahi perlunya menggeser fokus kerja sama dari tahap penjajakan ke eksekusi. Ia mencontohkan kolaborasi antara Danantara dan RDIF, dana kekayaan berdaulat Rusia.

"Danantara dan dana kekayaan berdaulat Rusia, Dana Investasi Langsung Rusia, dapat bergerak dari mengidentifikasi kemungkinan menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara bank, bankable projects," kata Prabowo.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya kebutuhan akan proyek yang tidak hanya layak secara politis, tetapi juga secara komersial dan finansial untuk mendapatkan pendanaan.

Syarat Target Terukur dalam Setiap Kesepakatan

Presiden tidak berhenti pada seruan umum. Ia memberikan panduan operasional yang tegas: setiap nota kesepahaman yang diteken harus disertai rincian yang dapat diverifikasi.

Menurut Prabowo, setiap perjanjian kerja sama wajib mencantumkan secara detail tonggak pencapaian, skema pembiayaan, serta tahapan pelaksanaan proyek. Dengan begitu, kerja sama investasi Indonesia-Rusia tidak berhenti pada seremoni penandatanganan.

Skema ini dirancang agar kolaborasi kedua negara terwujud dalam proyek konkret dengan pembiayaan dan target pelaksanaan yang jelas, bukan sekadar wacana.

Arti Dorongan Ini bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi pelaku pasar, arahan presiden ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah berupaya membangun kerangka kerja sama internasional yang lebih akuntabel. Penekanan pada proyek yang bankable dan target terukur berpotensi mengurangi risiko investasi yang selama ini kerap dihadapi dalam proyek bilateral.

Inisiatif ini juga membuka peluang bagi perusahaan Indonesia yang memiliki kapasitas untuk terlibat dalam proyek bersama dengan mitra Rusia, terutama jika skema pembiayaan dan tahapan pelaksanaannya sudah didefinisikan sejak awal.

Kejelasan skema tersebut menjadi krusial, mengingat perbedaan regulasi dan kondisi pasar antara kedua negara yang kerap menjadi hambatan dalam realisasi investasi.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top