KALIMANTAN TENGAH — Xiaomi tidak main-main dalam menyambut persaingan ponsel lipat tahun ini. Lewat unggahan resmi di akun X dan bocoran dari pimpinan bisnis smartphone Xiaomi, Lu Weibing, desain Xiaomi 18 Fold sudah diperlihatkan ke publik sebelum peluncuran resminya. Perangkat ini dijadwalkan tampil perdana di IFA 2026 Berlin pada 3 September 2026, namun pasar global harus bersabar karena China tetap menjadi lokasi peluncuran pertama.
Konsep "mid-fold" yang diusung Xiaomi berbeda dari ponsel lipat model buku kebanyakan. Ketika tertutup, dimensinya diklaim menyerupai paspor — lebih pendek dan lebar — sehingga lebih mudah digenggam serta digunakan dengan satu tangan. Ini menjawab keluhan umum pengguna lipat soal rasio layar luar yang terlalu ramping dan sempit saat dipakai mengetik.
Xiaomi membekali layar luar berukuran 5,38 inci dan layar utama 7,58 inci dengan rasio aspek yang dioptimalkan untuk multitasking dan konsumsi video. Pendekatan ini nyaris identik dengan Samsung Galaxy Z Fold 8 yang membawa layar luar 5,5 inci dan layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3. Huawei lebih dulu meramaikan format serupa lewat Pura X Max (layar luar 5,4 inci, layar utama 7,7 inci), jadi Xiaomi bukanlah pionir di segmen ini.
Daya tarik utama Xiaomi 18 Fold bukan cuma engselnya. Perangkat ini akan menjadi yang pertama menggunakan Xring O3, chipset penerus Xring O1 yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi. Menurut laporan Reuters, chip ini diproduksi TSMC dengan fabrikasi 3nm.
Langkah ini memberi Xiaomi kendali lebih besar atas integrasi hardware dan software sekaligus mengurangi ketergantungan pada Qualcomm dan MediaTek. Konsekuensinya, performa dan efisiensi daya bisa lebih teroptimasi dengan HyperOS 4 yang juga akan dijalankan perangkat ini. Model kecerdasan buatan MiMo turut disematkan, dengan sejumlah fungsi AI yang dapat diproses langsung di perangkat tanpa bergantung pada layanan cloud.
Xiaomi juga memastikan penggunaan RAM LPDDR6 buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT), meski kapasitas pastinya belum diumumkan. Kerja sama ini menandakan semakin banyak komponen kunci yang dipasok dari dalam negeri China.
Modul kamera horizontal di bagian belakang menampung tiga kamera dan lampu flash LED. Sistem kameranya dikembangkan bersama Leica, tetapi Xiaomi belum mengungkap resolusi maupun jenis sensor yang digunakan. Pun begitu, reputasi kolaborasi Xiaomi-Leica di generasi sebelumnya memberi ekspektasi tinggi pada hasil fotonya.
Soal daya, bocoran menyebut baterai berkapasitas sekitar 6.000 mAh, sensor sidik jari di sisi bodi, dan kamera telefoto dengan zoom optik 3,5 kali. Xiaomi belum mengonfirmasi detail tersebut, jadi sebaiknya ditunggu pengumuman resmi.
Xiaomi 18 Fold akan diluncurkan di China pada 7 September 2026. Acara yang sama juga menjadi panggung bagi Xiaomi Pad 9 Pro Max serta kendaraan listrik Pengcheng N70 Pro, N70 Max, dan N90 Max.
Dua hari kemudian, Apple dijadwalkan menggelar acara bertajuk "Surprise and Shine" pada 9 September 2026. Reuters melaporkan Apple diperkirakan mengungkap iPhone lipat pertamanya yang disebut-sebut memakai nama iPhone Ultra — meski nama itu belum dikonfirmasi resmi. Jika benar, persaingan langsung antara Xiaomi 18 Fold dan iPhone lipat akan menjadi salah satu pertarungan paling sengit di akhir 2026.
Xiaomi 18 Fold jelas bukan sekadar penerus biasa. Dengan chipset sendiri, desain yang berbeda dari arus utama, dan jadwal rilis yang mengepung kompetitor, ini akan jadi salah satu ponsel lipat paling menarik di 2026. Tapi sebelum memutuskan membeli, tunggu hasil review unit retail dan pastikan dukungan garansi resmi di Indonesia sudah jelas.