PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan bantuan air bersih secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah musim kemarau. Data penyaluran mencatat volume bantuan naik drastis pada hari kedua, dari 74.450 liter pada 1 September menjadi 158.800 liter pada 2 September, sehingga total mencapai 233.250 liter.
Distribusi dilakukan menggunakan skema yang menjangkau permukiman di perkotaan hingga desa-desa yang sumber airnya mulai mengering. Di Palangka Raya, misalnya, kawasan Tangkiling menerima 12.000 liter untuk melayani sekitar 200 kepala keluarga.
Bantuan menyasar beberapa kabupaten/kota sekaligus. Kotawaringin Barat menjadi penerima terbesar dengan volume mencapai 52.400 liter untuk enam desa, termasuk Natai Baru yang mendapat jatah 22.000 liter. Kotawaringin Timur menerima 24.000 liter untuk Desa Sebuai dan Melawen.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan kemarau tidak boleh semata-mata diarahkan pada kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah, kata dia, berkewajiban memastikan kebutuhan dasar warga tetap terlayani saat kondisi sumber air mulai sulit.
"Termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak," ujar Agustiar di Palangka Raya, Jumat (4/9/2026).
Distribusi yang mengandalkan mobil tangki ini menyasar wilayah yang laporannya masuk ke pos siaga darurat kekeringan. Beberapa desa di Kotawaringin Barat seperti Riam Durian, Bungur, Purbasari, dan Natai Raya masing-masing memperoleh jatah antara 3.000 liter hingga 12.000 liter.
Pemprov memastikan penyaluran air tidak berhenti pada gelombang pertama. Pemantauan di lapangan terus dilakukan untuk melihat desa mana yang kebutuhan airnya belum tercukupi. Selain itu, koordinasi dengan dinas sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten diperkuat agar pendistribusian tepat sasaran.
Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung. Pemprov juga terus menggencarkan upaya pencegahan karhutla, namun memastikan aspek kemanusiaan seperti akses air bersih tidak terabaikan.