Dampak Kabut Asap di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya: 20 Gangguan Penerbangan Tercatat, Delapan Dibatalkan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 01 September 2026 | 21:56:02 WIB
Petugas memantau kondisi landasan pacu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yang terdampak kabut asap akibat karhutla.

Sebanyak 20 kejadian gangguan operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tercatat selama 27 Juli hingga 31 Agustus 2026 akibat kabut asap karhutla. Delapan di antaranya berujung pembatalan, sementara empat penerbangan dialihkan ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Meski begitu, General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal selama visibilitas masih di atas ambang keselamatan.

PALANGKA RAYA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi operasional Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Data terbaru per 1 September 2026 menunjukkan visibilitas pagi hari masih fluktuatif, tercatat 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB, setelah sempat anjlok hingga 250–800 meter pada 29–31 Agustus lalu.

Kondisi ekstrem itu memaksa otoritas bandara mengambil langkah darurat: beberapa penerbangan dibatalkan atau dialihkan. "Pembatalan dan pengalihan hanya dilakukan pada saat kondisi ekstrem, yaitu saat visibilitas turun signifikan di bawah ambang batas minimal keselamatan pendaratan atau lepas landas," ujar I Made Darmawan, Selasa (1/9).

Rekapitulasi Gangguan: Pembatalan Dominasi Selama 27 Juli–31 Agustus

Berdasarkan rekapitulasi resmi, dari 20 kejadian gangguan operasional, delapan penerbangan dibatalkan, empat dialihkan (divert) ke Bandara Sepinggan Balikpapan, dua kembali ke bandara asal (RTB), dua melakukan go around atau waiting at origin, dan empat lainnya mengalami keterlambatan (delay).

Puncak gangguan terjadi pada 30–31 Agustus 2026. Sejumlah penerbangan dari maskapai IU, QG, JT, GA, ID, dan SI mengalami pembatalan serta pengalihan beruntun dalam satu hari ketika visibilitas jatuh di bawah 1.000 meter.

Maskapai Dapat Menyesuaikan Jam Operasional

Meski kondisi udara tidak menentu, frekuensi penerbangan masih stabil di angka sekitar 10 per hari dengan rata-rata 2.397 penumpang per hari sepanjang Agustus 2026. Bandara menyiapkan fleksibilitas bagi maskapai untuk mengubah jam operasional bila diperlukan.

"Secara umum penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian (delay/reschedule) saat visibilitas menurun," jelas Made Darmawan. Bagi penumpang yang mengalami keterlambatan akibat karhutla, bandara menyediakan service recovery di area ruang tunggu secara gratis.

Rute yang Masih Terlayani dan Imbauan bagi Penumpang

Rute komersial yang tersedia mencakup Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Semarang (SRG), Yogyakarta (YIA), dan Balikpapan (BPN). Bandara juga melayani rute perintis menuju Kuala Pembuang, Muara Teweh, dan Puruk Cahu.

Calon penumpang diimbau memantau informasi resmi dari maskapai atau akun media sosial Bandara Tjilik Riwut. Pihak bandara berkomitmen memberikan pembaruan berkala setelah berdiskusi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk air traffic control dan maskapai.

Memasuki awal September, kondisi berangsur membaik tetapi belum sepenuhnya normal. Visibilitas pagi hari masih menjadi tantangan utama, sementara siang hingga sore relatif lebih stabil. Otoritas bandara terus memantau perkembangan cuaca dan sebaran titik panas di sekitar Kalimantan Tengah.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top