Pulau Jeju: 4 Jenazah Orang Hilang Ditemukan, Wisatawan Batalkan Liburan

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 01 September 2026 | 21:18:01 WIB
Polisi dan Penjaga Pantai menyelidiki keterkaitan penemuan empat jenazah di Pulau Jeju pada Minggu dan Senin.

KALIMANTAN TENGAH — Rangkaian penemuan terjadi antara Minggu (23/8) dan Senin (24/8) di beberapa titik Pulau Jeju. Polisi dan Penjaga Pantai setempat masih menyelidiki apakah kasus-kasus ini saling terhubung.

Empat Laporan Hilang, Berakhir dengan Penemuan Jenazah

Penemuan pertama dilaporkan Minggu pukul 03.00 waktu setempat. Seorang pemancing melihat jenazah pria berusia 70-an mengapung di dekat pantai timur dan segera menghubungi layanan darurat 119. Pria itu tercatat dilaporkan hilang ke Kantor Polisi Jeju Timur pada 22 Agustus.

Senin malam, dua jenazah lain ditemukan hanya berselang sekitar satu jam. Pukul 21.35, seorang warga yang dilaporkan hilang ditemukan tewas di lembah Aewol-eup, wilayah barat. Satu jam kemudian, pukul 22.45, jenazah Jang Mi-ran (37) ditemukan di perkebunan palem dekat rumahnya. Perempuan itu hilang sejak Mei.

Satu jenazah lagi, pria berusia 60-an, ditemukan Minggu di wilayah timur laut Jeju.

Menurut SBS News, petugas yang menangani kasus ini tercatat telah memproses 298 laporan orang hilang sepanjang kariernya. Angka itu memperkuat kekhawatiran publik terhadap keselamatan di pulau wisata tersebut.

Wisatawan Batalkan Rencana, Penginapan Kebanjiran Pertanyaan

Kang (29), yang biasanya menghabiskan liburan musim gugur di Jeju, memutuskan membatalkan seluruh rencananya tahun ini dan tetap tinggal di Seoul. "Biasanya saya bepergian sendiri untuk bersantai, namun setelah serangkaian insiden baru-baru ini, saya merasa bepergian sendirian ke Jeju sebagai seorang wanita tidak lagi aman," ujarnya kepada Chosun Daily.

Di media sosial, perdebatan sengit soal keamanan Jeju menarik ribuan komentar. Seorang pengguna yang sudah memesan tiket untuk Oktober mengaku mempertimbangkan ulang, bahkan ragu apakah pusat kota aman. Pengguna lain menyebut keluarganya siap membayar denda pembatalan karena anak-anak merasa takut.

Kekhawatiran itu langsung berdampak pada bisnis penginapan. Pemilik sebuah penginapan di Hallim-eup mengatakan kawasan tersebut biasanya memiliki tingkat keamanan baik dengan penerangan jalan memadai. "Kami sering menerima wisatawan yang bepergian sendiri, jadi sangat disayangkan bahwa seluruh komunitas kini terkena dampak negatifnya," katanya kepada Chosun Daily. Sejak insiden merebak, akomodasi di sekitar lokasi kebanjiran telepon yang menanyakan situasi keamanan.

Data Pariwisata: Penurunan Terburuk Sejak Pandemi

Insiden ini datang saat industri pariwisata Jeju memang sedang tertekan. Organisasi Pariwisata Jeju mencatat pulau itu menerima 963.000 wisatawan domestik pada Juli, turun 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini pertama kalinya kunjungan bulanan jatuh di bawah satu juta sejak pandemi Covid-19.

Agustus pun belum menunjukkan perbaikan. Rata-rata pengunjung harian tercatat sekitar 35.200 orang, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Meningkatnya kecemasan publik diperkirakan akan semakin membebani pemulihan ekonomi pulau pada sisa tahun ini.

Bagi yang tetap berencana datang, pemilik penginapan menegaskan area mereka masih aman. Namun informasi keamanan terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke penginapan atau kantor polisi setempat sebelum berangkat.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top