KALIMANTAN TENGAH — Meski belum menampilkan cuplikan gameplay langsung, situs resmi game memaparkan mekanisme pertarungannya: pemain akan melawan musuh raksasa dengan mengendarai karpet terbang sambil melayang, menukik, dan menyerang dengan gerakan luwes. Satu paruh waktu cukup untuk memicu rasa penasaran.
1001 Threads of Mizan adalah game action-adventure kooperatif yang bisa dimainkan sendirian atau bersama teman secara online untuk 1-3 pemain. Setiap pemain memilih salah satu dari tiga pahlawan, masing-masing dengan kemampuan berbeda-beda.
Kisahnya mengikuti Shahrazad, pendongeng legendaris yang berusaha melindungi umat manusia dari serangan pasukan jin. Dunia fantasi penuh warna menjadi latar utama perjalanan para pahlawan.
Perbandingan dengan God of War muncul karena skala pertarungan melawan musuh berukuran raksasa yang epik. Sementara itu, unsur karpet terbang dan nuansa dongeng Timur Tengah mengingatkan pada petualangan Aladdin. Kombinasi ini membuat game terasa ambisius meski baru sebatas pengumuman.
MBC Game Studio adalah perusahaan baru yang didanai oleh MBC Group. Dalam siaran persnya, studio mengklaim timnya terdiri dari pengembang elit yang pernah bekerja di BioWare, Hi-Rez, Ubisoft Montréal, dan Bungie. Namun, 1001 Threads of Mizan tetap akan menjadi judul pertama mereka yang dirilis ke publik.
Belum ada bukti nyata tentang kredensial tersebut selain pernyataan resmi. Klaim semacam ini kerap jadi bahan perhatian komunitas, terutama karena game pertamanya masih berada dalam tahap pengembangan.
Game ini direncanakan hadir di PS5, PC, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Namun, tanggal rilis masih belum diumumkan. Pengumuman selanjutnya bisa datang dari acara-acara gaming besar atau update langsung dari MBC Game Studio.
Bagi pemain Indonesia yang mengikuti perkembangan judul ini, waktu terbaik untuk menantikan info tambahan adalah saat trailer berikutnya dirilis, biasanya disertai dengan tanggal rilis dan gameplay aktual.