PT Indotruba Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Kotawaringin Barat Lewat Apel Siaga dan Simulasi

Penulis: Oki Setiawan  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:05:32 WIB
PT Indotruba Tengah menggelar apel siaga karhutla di Kotawaringin Barat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

PANGKALAN BUN — PT Indotruba Tengah (ITH), anak usaha Minamas Plantation, menggelar sosialisasi dan apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini melibatkan Muspika Kecamatan Pangkalan Banteng, Hanau, serta kepala desa dan tokoh masyarakat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Area Controller Kalteng Barat Minamas Plantation, Pandjaitan Novery E, menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi berkelanjutan.

PANGKALAN BUN — PT Indotruba Tengah (ITH) memperkuat kolaborasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah operasionalnya, melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan apel siaga. Inisiatif ini digelar di Pangkalan Bun dan melibatkan pemangku kepentingan dari tingkat kecamatan hingga desa.

Area Controller Kalteng Barat Minamas Plantation, Pandjaitan Novery E, menyebut sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi karhutla. "Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu sinergi, komunikasi dan kesiapsiagaan harus terus kita perkuat," ujarnya di Pangkalan Bun, Sabtu.

Momentum Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, serta masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Pandjaitan menegaskan bahwa kolaborasi yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

"Kolaborasi yang dibangun diharapkan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dalam bentuk komunikasi, koordinasi, edukasi dan kesiapsiagaan di lapangan," jelasnya.

Peran BPBD dalam Deteksi Dini Kebakaran

Dalam sosialisasi itu, PT Indotruba Tengah menghadirkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar, Pahrul Laji. Ia memaparkan pentingnya langkah pencegahan, kesiapan personel, serta sarana prasarana, dan peran masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta secara aktif membahas berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk pentingnya koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.

Simulasi Pemadaman dan Apel Siaga

Sebagai bentuk kesiapan nyata, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Siaga Karhutla yang menjadi simbol komitmen bersama antara perusahaan dan para pemangku kepentingan. Selain apel, simulasi penanganan kebakaran juga digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan tindakan awal secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh manajemen PT Indotruba Tengah, Muspika Kecamatan Pangkalan Banteng, Muspika Kecamatan Hanau, serta sejumlah kepala desa, termasuk Kepala Desa Amin Jaya, Kepala Desa Pangkalan Banteng, Kepala Desa Pembuang Hulu 2, dan Kepala Desa Derangga.

Apresiasi Camat: Forum Penting untuk Kewaspadaan

Upaya yang dilakukan PT Indotruba Tengah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Camat Pangkalan Banteng, Hans Fahriyadi Kamin, menilai forum bersama seperti ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla.

Sementara itu, Camat Hanau, Abdi Radhiyani, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran. "Koordinasi lintas sektor perlu terus dibangun sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani," ucapnya.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top