Pengadilan AS Batalkan Label Risiko Rantai Pasokan Trump untuk Anthropic

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:51:31 WIB
Hakim Distrik AS Rita Lin membatalkan penetapan Anthropic sebagai ancaman keamanan nasional oleh pemerintahan Trump.

KALIMANTAN TENGAH — Hakim Distrik AS Rita Lin memutuskan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Presiden Donald Trump bertindak sewenang-wenang ketika menetapkan Anthropic sebagai ancaman keamanan nasional pada awal tahun ini. Keputusan itu memerintahkan seluruh lembaga federal, termasuk di luar lingkup pertahanan, untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan pembuat model AI Claude tersebut.

Lin menilai pelabelan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan justru memperlihatkan motif politik. "Penyebutan keamanan nasional yang kosong bukanlah cek kosong untuk menghukum dan membalas kritikus pemerintah," tulis Lin dalam amar putusannya, Kamis waktu setempat.

Akar Sengketa: Guardrail Keamanan vs. Otonomi Militer

Perseteruan berawal dari sikap Anthropic yang menetapkan batas keras pada penggunaan modelnya untuk senjata otonom penuh dan pengawasan massal terhadap warga AS. Pihak Pentagon membantah akan menggunakan model Anthropic untuk tujuan di luar kepentingan hukum, dan menuduh perusahaan tersebut berusaha mengontrol penggunaan militer atas model yang mereka beli.

Lin justru menemukan kontradiksi dalam tindakan pemerintah. Ia menyoroti usulan Hegseth untuk menerapkan Defense Production Act kepada Anthropic—yang secara implisit mengakui perusahaan itu penting bagi keamanan nasional, bukan ancaman. Departemen Pertahanan juga tetap melanjutkan kontrak dengan Anthropic dan berkolaborasi menggunakan model terbaru mereka, Mythos, untuk keperluan keamanan siber.

Putusan: Retaliasi atas Kritik Publik

Dalam pertimbangannya, Lin menyatakan bahwa "perkataan dan perbuatan pemerintah menegaskan bahwa tindakan yang digugat didasari keinginan untuk menjadikan Anthropic contoh publik atas 'keangkuhan' mereka mengkritik pemerintah." Hakim juga mencatat bahwa Anthropic "tidak dapat disangkal tidak memiliki" akses backdoor ke teknologinya setelah diserahkan kepada Departemen Pertahanan.

"Meskipun Departemen Perang bebas memilih vendor AI sesuai keinginannya, bukti menunjukkan bahwa tindakan luas yang dikenakan kepada Anthropic adalah ilegal dan tidak berdasar," tulis Lin.

Langkah Berikutnya: Gugatan Kedua di Washington

Anthropic mengajukan dua gugatan terhadap Departemen Pertahanan pada Maret lalu, masing-masing di California dan Washington DC. Gugatan di DC masih berlangsung dan belum diputuskan.

Juru bicara Anthropic menyambut baik putusan tersebut. "Kami tetap fokus bekerja secara produktif dengan pemerintah untuk memanfaatkan AI bagi keamanan nasional agar seluruh warga Amerika mendapat manfaat dari teknologi ini," ujarnya dalam pernyataan resmi. TechCrunch telah menghubungi Departemen Pertahanan untuk meminta komentar terkait putusan ini.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top