Bandara H Asan Sampit Latih Warga dan Perkuat Koordinasi Keamanan, Petugas Ingatkan Bahaya Layang-Layang

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:46:31 WIB
Bandara H Asan Sampit menggelar rapat komite keamanan dan pelatihan keselamatan bagi warga sekitar, Kamis (16/7).

SAMPIT — Bandara H Asan Sampit menggelar rapat komite keamanan dan keselamatan penerbangan yang dirangkai dengan pelatihan Safety and Security Awareness bagi masyarakat, Kamis (16/7). Kepala Bandara Abdul Haris menyebut masih ada potensi gangguan operasional dari permainan layang-layang dan pembakaran sampah di sekitar kawasan bandara yang bisa mengancam navigasi.

Edukasi Warga Sekitar Bandara Soal Bahaya Layan-Layang dan Asap

Dalam kegiatan yang diikuti pemda, aparat keamanan, tokoh masyarakat, camat, lurah, hingga ketua RT, pihak bandara bersama Politeknik Penerbangan (PPI) Curug memberikan sosialisasi aturan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

“Kami menyosialisasikan aturan terkait keamanan penerbangan, keselamatan, KKOP, sekaligus membahas pengembangan jaringan rute penerbangan,” kata Abdul Haris.

Menurut Haris, gangguan seperti layang-layang dan asap pembakaran sampah memang belum berdampak pada jadwal penerbangan. Namun jika terus meningkat, kondisi itu dapat mengganggu sistem navigasi.

“Kalau faktor keselamatan sudah terganggu, tentu penerbangan bisa saja dibatalkan. Keselamatan penumpang jadi prioritas utama,” tegasnya. Ia memastikan hingga saat ini seluruh penerbangan di Bandara H Asan Sampit masih berjalan normal.

Evaluasi Koordinasi dan Kesiapsiagaan Darurat

Agenda rapat komite dimanfaatkan untuk mengevaluasi koordinasi antarinstansi dalam menjaga keamanan serta kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di lingkungan bandara. “Kami ingin melihat masukan dari seluruh anggota komite, apakah masih ada kekurangan atau hal-hal yang perlu ditambahkan,” ujar Haris.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PPI Curug, Kardi, mengatakan pihaknya memberikan edukasi regulasi yang harus dipenuhi bandara. “Kendala-kendala yang dihadapi akan kami inventarisasi untuk menjadi masukan kepada regulator dalam upaya pemenuhan standar keselamatan penerbangan,” jelasnya.

Dorong Penumpang Baru, Targetkan Karyawan Perkebunan Sawit

Selain aspek keselamatan, Bandara H Asan Sampit terus berupaya memperluas jaringan penerbangan. Faktor utama yang menjadi pertimbangan maskapai membuka rute baru adalah jumlah penumpang.

Haris berharap masyarakat Kotim semakin memilih terbang melalui Bandara H Asan Sampit dibandingkan bandara di daerah lain seperti Palangka Raya maupun Pangkalan Bun. “Kalau penumpangnya ada, maskapai akan bertahan bahkan menambah rute,” ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang, diperlukan kolaborasi antara pemda, maskapai, dan perusahaan besar di Kotim, terutama sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki ribuan karyawan dari luar daerah. Mereka bisa diarahkan menggunakan Bandara H Asan Sampit sebagai pintu keberangkatan dan kedatangan.

Perpanjangan Landasan Belum Pasti, Pagar Pengaman Mulai Dibangun Tahun Ini

Terkait pengembangan infrastruktur, Haris mengakui tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan lahan dan keterbatasan anggaran pemerintah pusat. “Kalau usulan perpanjangan landasan pacu sepertinya belum ada kepastian. Tapi pembangunan pagar untuk pengembangan landasan ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini,” pungkasnya.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top